
Text
T317- Aktivitas Penghambatan Resistensi Insulin Ekstrak Etanol Biji Jintan Hitam (Nigella sativa L.) Terhadap Mencit Jantan Galur Swiss-Webster Yang Diinduksi Emulsi Tinggi Lemak dan Fruktosa (Rohani; Dr. Ellin Febrina, M.Si; Prof. Dr. Jutti Levita, M.Si; Dr. Indah Suasani Wahyuni, drg., Sp,PM(K))
Resistensi insulin merupakan salah satu karakteristik diabetes melitus tipe 2. Kondisi
ini ditandai dengan ketidakmampuan insulin untuk ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20250006 T317 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil T317Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2024 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi T317Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Resistensi insulin merupakan salah satu karakteristik diabetes melitus tipe 2. Kondisi
ini ditandai dengan ketidakmampuan insulin untuk meningkatkan asupan glukosa ke
dalam sel. Hal tersebut berhubungan dengan tingginya kadar lemak tubuh dan
simpanan lemak yang berasal dari glukosa di jaringan adiposa. Metformin merupakan
terapi utama pada resistensi insulin. Obat ini tidak memiliki efek samping
hipoglikemia, namun penggunaannya dapat menyebabkan asidosis laktat yang
berbahaya bagi penderita gagal ginjal. Oleh karena itu, diperlukan obat alternatif
untuk mengatasi resistensi insulin. Biji jintan hitam (Nigella sativa L.) merupakan
salah satu obat dari bahan alam yang telah digunakan secara tradisional untuk
mengatasi berbagai kondisi penyakit termasuk diabetes melitus. Kandungan
timokuinon dalam biji jintan hitam diyakini berperan dalam efek farmakologi
tanaman ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas ekstrak etanol biji
jintan hitam (EBJH) dalam menghambat resistensi insulin.
Serbuk biji jintan hitam diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut
etanol 70% selama 3×24 jam. Maserat yang diperoleh diuapkan menggunakan rotary
evaporator pada suhu 50°C dan dipekatkan di atas waterbath pada suhu 50°C sampai
diperoleh ekstrak kental biji jintan hitam. Rendemen EBJH yang dihasilkan adalah
sebesar 22,4%.
Penelitian in vivo dilakukan pada mencit jantan galur Swiss-Webster menggunakan
metode tes toleransi glukosa oral (TTGO) dan penghambatan resistensi insulin.
Mencit dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kelompok kontrol normal, kontrol
negatif, kontrol positif yang diberi metformin 100 mg/kg bobot badan (BB), dan
tiga kelompok uji dengan dosis EBJH yang berbeda (140 mg/kg BB, 280 mg/kg BB,
dan 560 mg/kg BB). Pada pengujian TTGO, mencit diinduksi glukosa 3 g/kg BB,
kecuali kelompok kontrol normal dan diamati penurunan kadar glukosa darah. Pada
pengujian penghambatan resistensi insulin, mencit diinduksi emulsi tinggi lemak (Lipofundin®) 20 mL/kg BB dan fruktosa 2,52 g/kg BB, serta diberikan pengobatan
secara preventif selama 14 hari, kecuali kelompok kontrol normal diberikan Na-CMC
0,5%. Nilai Konstanta Tes Toleransi Insulin (KTTI) adalah parameter yang digunakan
untuk mengukur sensitivitas insulin. Data yang diperoleh diolah menggunakan
analisis One-Way ANOVA untuk membandingkan efek antar kelompok dengan
p0,05). Selain
itu, EBJH terbukti secara signifikan (p -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






