
Text
4567- Formulasi Serum Nanoemulsi Kombinasi Minyak Kayu Manis (Cinnamomum burmannii B.) dan Minyak Kemiri (Aleurites moluccana L.) (Jessyca Sirait; Dr. Soraya Ratnawulan Mita, M.Si; Dr. Ellin Febrina, M.Si; Cahya Khairani, S.Si., M.Farm)
Alopesia atau kerontokkan dan kebotakan rambut menjadi salah satu permasalahan yang banyak terjadi pada manusia. Saat ini terdapat dua sediaan yang ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20250001 4567 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4567Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2024 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4567Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Alopesia atau kerontokkan dan kebotakan rambut menjadi salah satu permasalahan yang banyak terjadi pada manusia. Saat ini terdapat dua sediaan yang digunakan untuk menangani alopesia, yaitu Minoxidil dan Finasteride. Namun, keduanya dilaporkan memiliki efek samping yang merugikan sehingga diperlukan solusi alternatif untuk menangani alopesia dengan risiko yang rendah. Terdapat beberapa herbal yang dapat dimanfaatkan, contohnya minyak kayu manis dan minyak kemiri. Kandungan Sinamaldehid pada minyak kayu manis dan kandungan berbagai asam lemak tak jenuh pada minyak kemiri membuat keduanya berpotensi dapat menangani alopesia. Minyak kayu manis dan minyak kemiri yang diformulasikan ke dalam serum nanoemulsi diharapkan dapat memberikan efek yang lebih signifikan karena ukuran partikelnya yang kecil sehingga absorpsinya pada kulit lebih baik. Nanoemulsi diformulasikan dengan Tween 80 sebagai surfaktan, PEG 400 sebagai kosurfaktan, aquades sebagai pelarut, dan minyak kayu manis serta minyak kemiri dengan perbandingan (2:1), (1:1), dan (1:2) menggunakan metode sonikasi. Berdasarkan evaluasinya, formulasi nanoemulsi minyak kayu manis dan minyak kemiri memiliki tampilan kuning transparan dengan bau khas kayu manis dan kemiri, tipe emulsi minyak dalam air, viskositas di rentang 244-347 cPs, persen transmitan 97-98%, serta ukuran partikel sebesar 109-114 nm. Hal ini menandakan nanoemulsi mudah larut dalam air, memiliki konsistensi yang baik, bersifat jernih dan memiliki ukuran partikel yang kecil sesuai dengan persyaratannya. Nanoemulsi kemudian diformulasikan menjadi serum dengan eksipien metabisulfit sebagai penstabil, gliserin sebagai humektan, natrosol sebagai thickening agent, fenoksietanol sebagai pengawet, essence Lavender sebagai pewangi, dan aquades sebagai pelarut. Data evaluasi fisik serum nanoemulsi memiliki tampilan putih semi transparan hingga putih dengan bau khas kayu manis dan lavender, homogenitas yang baik, daya sebar di rentang 6,25-6,38 cm, pH 6-7, dan viskositas 371-424 cPs. Berdasarkan data evaluasi, serum nanoemulsi kombinasi minyak kayu manis dan minyak kemiri memenuhi semua persyaratan yang ada, namun pada uji stabilitasnya serum nanoemulsi F3 dengan perbandingan minyak kayu manis dan minyak kemiri 1:2 mengalami pemisahan fase sedangkan pada F2 evaluasi fisiknya baru mengalami perubahan pada siklus terakhir pada uji stabilitas freeze thaw. Sehingga dapat disimpulkan seluruh formulasi nanoemulsi merupakan formulasi yang optimal dan formulasi serum nanoemulsi kombinasi minyak kayu manis dan minyak kemiri paling optimal adalah F2 dengan perbandingan antara minyak kayu manis dan minyak kemiri (1:1) karena evaluasi fisik yang memenuhi persyaratan serta stabilitas yang baik.
Kata kunci: Minyak Kayu Manis, Minyak Kemiri, Serum Nanoemulsi, Formulasi, Karakterisasi, Stabilitas
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






