
Text
D67- Desain Komputasi, Sintesis dan Karakterisasi Polimer Bermagnet Tercetak Molekul Ekstraksi Fase Padat (PMTM-EFP) Untuk Analisis Klofazimin Dalam Sampel Darah (Nur Masyithah Zamruddin; Prof. Dr. Aliya Nur Hasanah, M.Si; Dr. Herman, M.Si; ChM. Dr. Saliza binti Asman)
Klofazimin (CLF) adalah pengobatan lini kedua untuk tuberkulosis yang resistan terhadap beberapa obat (TB-MDR). CLF yang sebelumnya ditempatkan oleh ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20240131 D67 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil D67Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2024 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi D67Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Klofazimin (CLF) adalah pengobatan lini kedua untuk tuberkulosis yang resistan terhadap beberapa obat (TB-MDR). CLF yang sebelumnya ditempatkan oleh WHO di kelompok 5, dipindahkan ke obat kelompok B yang direkomendasikan untuk kombinasi dalam rejimen TB-MDR pada tahun 2019. CLF sangat terikat pada protein dan terakumulasi dalam makrofag dan lemak, waktu paruh CLF sangat panjang (70 hari) meningkatkan risiko efek samping dan munculnya resistensi dan kadar darah yang kurang optimal. Sehingga dibutuhkan pemantauan terapeutik obat. Konsentrasi CLF pada serum terendah adalah < 48 ng/mL sehingga dibutuhkan metode analisis yang sensitif untuk mendeteksi CLF.
Salah satu metode analisis CLF dalam darah yaitu teknik polimer yang dicetak secara molekuler menggunakan molekul target menghasilkan matriks polimer sintetik yang dapat mengikat molekul target secara selektif. Polimer Tercetak Molekul (PTM) melibatkan desain dan penggunaan agen pengenalan molekul spesifik yang kemudian mampu meniru sifat-sifat situs pengenalan alami. PTM dapat digunakan sebagai metode ekstraksi selektif terhadap CLF dalam sampel darah.
PTM yang dibuat dengan metode polimerisasi ruah yang umum digunakan memiliki beberapa kelemahan, salah satunya tahap isolasi menggunakan katrid EFP sehingga membutuhkan waktu lebih lama, jika dibandingkan dengan dengan PTM dibuat pada permukaan magnetik untuk menghasilkan polimer yang dicetak secara molekuler magnetik (PMTM). Polimer Bermagnet Tercetak Molekul-Ekstraksi Fase Padat (PMTM-EFP) memiliki keunggulan yaitu dapat diisolasi dengan mudah dari sampel dengan magnet eksternal tanpa langkah filtrasi atau sentrifugasi. PMTM dibandingkan dengan PTM konvensional, menunjukkan banyak karakteristik unggul yang melibatkan pengikatan analit target yang cepat dan efektif, karakteristik yang rentan terhadap magnet. Berdasarkan pencarian di MIPdatabase.com, belum pernah dibuat sorben PMTM-EFP untuk CLF. Oleh karena itu, untuk mencapai perpindahan massa yang lebih tinggi dan mengatasi kekurangan produksi PTM, sintesis PMTM untuk CLF dilakukan dan kemudian memodifikasi permukaannya dengan aminopropiltrimetoksisilan (APTES) dan asam oleat (OA). Penelitian diawali dengan pemilihan monomer fungsional dan pengikat silang secara komputasi, penentuan konstanta asosiasi. Selanjutnya sintesis PMTM-APTES, PMTM-OA dan PTM, uji karakteristik fisik polimer dan pengujian kemampuannya dalam mengekstraksi CLF dari sampel plasma darah yang dibubuhi CLF, dan uji selektifitas CLF dengan obat TB lainnya. Tujuan dari penelitian yaitu : 1) Memperoleh Monomer fungsional yang menghasilkan afinitas terbaik dengan molekul cetakan secara komputasi dengan molecular modelling. 2) Memperoleh Polimer Bermagnet Tercetak Molekul Ekstraksi Fase Padat (PMTM-EFP) untuk CLF dan menghasilkan kapasitas adsorpsi dan imprinting faktor yang baik dibandingkan dengan PTM tanpa penanaman magnet 3) Memperoleh hasil selektivitas dan nilai perolehan kembali sorben MTPM-EFP klofazimin yang dibuat dibandingkan dengan sorben PTM-EFP non magnetik polimerisasi ruah dan EFP konvensional.
Kompleks molekul cetakan-monomer secara komputasi dari 11 monomer fungsional, 3 monomer fungsional yang dipilih dengan nilai ΔE terendah yaitu Metil Metakrilat (MMA), Asam Itakonat (ITA) dan Akrilamid (AAM). Menunjukkan MMA sebagai monomer dengan energi ikatan terbaik sebesar -29,969 kkal/mol. Pada penentuan ikatan antara CLF dengan pengikat silang dilakukan terhadap kompleks CLF dengan etilen glikol dimetakrilat (EGDMA), trimetilolpropan trimetakrilat (TRIM) dan divinil benzen (DVB) untuk memperoleh pengikat silang terbaik. Berdasarkan simulasi, diperoleh hasil TRIM memiliki energi terlemah yaitu sebesar -3,463 kkal/mol Selanjutnya dilakukan penentuan konstanta asosiasi (Ka) monomer fungsional-molekul cetakan dan diperoleh Ka tertinggi MMA-CLF pada pelarut isopropanol sebesar 813,854 M-1. Penentuan rasio molekul cetakan dan monomer fungsional dengan metode Job’s Plot menghasilkan rasio 1:4 sebagai rasio terbaik untuk sintesis polimer. Uji sifat fisik yang dilakukan dengan menggunakan FT-IR, SEM-EDS, PSA, BET dan VSM terhadap PMTM-APTES, PMTM-OA dan PTM ruah, menunjukkan bahwa sintesis berhasil dilakukan, aglomerasi partikel yang seragam, dan permukaan datar dengan banyak lubang. Ukuran partikel PTM ruah, PMTM-APTES dan PMTM-OA masing-masing 0,130 µm, 0,144 µm dan 0,288 µm, dengan luas permukaan PTM ruah 3474,107 m2/g, PMTM-APTES adalah 2874,510 m2/g dan PMTM-OA 2913,070 m2/g. PMTM menunjukkan sifat superparamagnetik dengan nilai magnetisasi saturasi PMTM-APTES 21,1 emu/g-1 dan PMTM-OA 35,1 emu/g-1. Selanjutnya tahap optimasi dilakukan dengan 6 variasi waktu pada tahap loading yaitu 10, 15, 20, 25, 30 dan 60 menit untuk PMTM dan PMTTM. Kondisi optimasi untuk PMTM-OA pada waktu loading 60 menit menghasilkan persen perolehan kembali eluting sebesar 105,07 ± 14,71 % dan PMTTM-OA 95,42 ± 32,03 % sementara PMTTM-APTES 33,95 ± 8,19 %. Optimasi kondisi pada PTM dan PTTM pengkondisian menggunakan kloroform, loading menggunakan CLF 2 ppm dalam kloroform, pencucian menggunakan air yang merupakan pelarut yang tidak melarutkan CLF dan elusi menggunakan isopropanol dengan 2 perlakuan yaitu tahapan eluting sebanyak 6 kali dan 15 kali persentase perolehan kembali pada penggunaan perlakuan eluting yaitu 73,91 ± 11 % (6 kali eluting) dan 91,08 ± 20 % (15 kali eluting). Hasil pengujian PMTM-APTES dan PMTM-OA pada sampel serum yang ditambahkan CLF diperoleh hasil bahwa PMTM-APTES merupakan PTM terbaik dengan hasil perolehan kembali tertinggi yaitu 92,30% ± 6,12 %, dengan nilai faktor imprinting (IF) 1,63. Hasil pengujian selektivitas memperlihatkan PMTM-APTES bersifat selektif untuk senyawa lain yang termasuk dalam obat TB.
Berdasarkan hasil penelitian PMTM dengan komposisi CLF sebagai molekul cetakan, MMA sebagai monomer fungsional, TRIM sebagai pengikat silang (1:4:20) menunjukkan kemampuan pengenalan molekular terhadap CLF, PMTM-APTES lebih baik dibandingkan dengan PTM ruah dan EFP konvensional, sehingga dapat digunakan untuk EFP yang selektif untuk menganalisis CLF baik tunggal maupun dalam campuran dengan senyawa analognya dalam plasma darah.
Kata Kunci : Polimer Bermagnet Tercetak Molekul, Polimer Tercetak Molekul, Klofazimin
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






