Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4563- Preparasi dan Karakterisasi Dispersi Padat Terner Alfa Mangostin Dengan Polimer PVP dan Poloxamer Menggunakan Metode Solvent Evaporation (Gracia Anastasya; Arif Budiman, M.Si., Ph.D; Prof. Muchtaridi, Ph.D., M.Si)


Kelarutan obat merupakan faktor penting dalam formulasi sedian obat terutama pada sediaan oral. Obat yang sukar larut memiliki profil disolusi dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202401284563Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4563
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4563
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kelarutan obat merupakan faktor penting dalam formulasi sedian obat terutama pada sediaan oral. Obat yang sukar larut memiliki profil disolusi dan bioavailabilitas rendah sehingga diperlukan peningkatan kelarutan obat. Sistem dispersi padat terner dirancang untuk meningkatan digunakan dalam meningkatkan kelarutan dan stabilitas fisik obat amorf dispersi padat. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sistem terner menggunakan polimer ketiga yaitu Poloxamer pada amorf dispersi padat alfa-mangostin dan Polyvinylpyrrolidone. Dalam penelitian ini, alfa-mangostin merupakan model obat dengan kelarutan air yang buruk, sedangkan Polyvinylpyrrolidone dan Poloxamer sebagai polimer yang dapat menghambat nukleasi dan pertumbuhan kristal alfa-mangostin. Dispersi padat terner dibuat dengan metode solvent evaporation dengan perbandingan alfa-mangostin : Polyvinylpyrrolidone : Poloxamer 1:4:1, 1:4:3, dan 1:4:5 b/b kemudian dilakukan karakterisasi dan evaluasi sifat farmasetika. Hasil penelitian menunjukan bahwa amorfisasi Alfa mangostin, Polyvinylpyrrolidone, dan Poloxamer dikonfirmasi dalam pengukuran powder X-ray diffraction sebagai pola halo dan tidak adanya puncak leleh alfa-mangostin dalam kurva differential scanning calorimetry. Pengujian Fourier Transform Infrared Spectroscopy menunjukan terjadinya interaksi interaksi antarmolekul alfa-mangostin sebagai akseptor hidrogen dan Poloxamer sebagai donor hidrogen. Kelarutan alfa-mangostin amorf meningkat dengan adanya Polyvinylpyrrolidone dan Poloxamer. Amorfisasi alfa-mangostin dan adanya interaksi alfa-mangostin dengan polimer berkontribusi pada peningkatan kelarutan alfa-mangostin. Profil disolusi alfa-mangostin ditingkatkan dengan adanya kombinasi dua polimer dalam dispersi padat terner karena adanya interaksi antar molekul alfa-mangostin dan polimer. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan kombinasi dua polimer dalam dispersi padat terner dapat secara signifikan meningkatkan profil disolusi alfa-mangostin.
    Kata kunci: Alfa-mangostin, dispersi padat terner, disolusi, ikatan hidrogen, Polyvinylpyrrolidone, Poloxamer
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi