Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

D66- Aktivitas Anti Lipogenesis De Novo dan Aktivitas Jalur SIRT1/AMPK Oleh Ekstrak Etanol Lygodium microphyllum dan Beta Sitosterol Pada Hepatosit Tikus Model Perlemakan Hati (Putri Anggreini; Prof. Dr. Sri Adi Sumiwi, MS; Prof. Dr. Jutti Levita, M.Si; Dr. Hadi Kuncoro, M.Farm)


Lygodium microphyllum merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai obat Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) atau perlemakan hati. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20240127D66Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    D66
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    D66
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Lygodium microphyllum merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai obat Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) atau perlemakan hati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas dan mekanisme kerja L. microphyllum sebagai anti-lipogenesis untuk kondisi NAFLD. Pada penelitian ini dilakukan pengujian melalui pendekatan in silico dan in vivo, sejak Mei 2022 hingga Februari 2024 di Laboratorium Farmaka Tropis Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Laboratorium Sentral Universitas Padjadjaran, dan Laboratorium iRATco Bogor.
    Penelitian ini terdiri atas beberapa tahapan. Tahap pertama adalah pengujian in silico menggunakan teknik penambatan molekul dengan perangkat lunak AutoDock, menambatkan beta-sitosterol dan stigmasterol yang terkandung di dalam L. microphyllum pada enzim penting pada proses lipogenesis yaitu SIRT1 dan AMPK. Hasil penambatan molekul menunjukkan bahwa beta-sitosterol dan stigmasterol dapat menempati situs alosterik SIRT1 dengan nilai penambatan berturut turut -6,11 kkal/mol dan -6,45 kkal/mol serta mengikat residu asam amino penting yaitu Pro212, Ile223, dan Ile227. Beta-sitosterol dan stigmasterol juga dapat berikatan dengan residu asam amino penting dari AMPK yaitu Lys29 dan Arg83 dengan nilai penambatan berturut turut -8,15 kkal/mol dan -9,04 kkal/mol.
    Tahap kedua adalah ekstraksi L. microphyllum menggunakan pelarut etanol (selanjutnya disebut ELM), penapisan fitokimia, dan analisis fitokimia ekstrak yang terdiri dari penentuan kadar fenolik total dengan metode spektrofotometri visible menggunakan pereaksi Folin–Ciocâlteu, serta penentuan kadar sterol total dan beta-sitosterol dengan metode KLT-densitometri. Hasil penelitian tahap ini menunjukkan bahwa pada penapisan fitokimia, ELM mengandung senyawa golongan fenol, steroid, flavonoid, alkaloid, dan saponin. Analisis fitokimia ELM menunjukkan kadar fenolik total adalah 126 mg GAE/g, sterol total 954,04 µg/g, dan beta-sitosterol 283,56 µg/g.
    Tahap ketiga adalah uji bioaktivitas ELM dengan metode brine shrimp lethality test menggunakan larva udang Artemia salina, yang menghasilkan nilai LC50 203,704 ppm.
    Tahap keempat adalah optimasi model dan formulasi pakan tinggi lemak (high-fat diet atau HFD) untuk mendapatkan model perlemakan hati pada tikus Wistar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi HFD dengan fruktosa 60% (high-fat high-fructose diet atau HFHFD) yang diberikan selama 35 hari menyebabkan peningkatan kadar trigliserida serum (179,98 mg/dL) yang signifikan dibandingkan kelompok normal (67,87 mg/dL) (p = 0,0012) dan hepatik steatosis pada tikus. Lebih lanjut, dilakukan formulasi pembuatan HFD dan diperoleh formula dengan kadar lemak tertinggi yaitu 41,8% (F4) yang dapat menyebabkan perubahan histologi pada hepar mencit yang diberikan HFD selama 2 minggu, ditandai dengan degenerasi ballooning, nekrosis, dan inflamasi, serta NAFLD Activity Score (NAS) yang meningkat secara signifikan jika dibandingkan kelompok yang diberikan pakan normal (p = 0,0002).
    Tahap kelima adalah pengujian ELM dan beta-sitosterol pada tikus galur Wistar yang diinduksi HFHFD, yang menunjukkan bahwa induksi HFHFD selama 35 hari pada tikus menyebabkan perubahan makroskopis hepar, peningkatan indeks organ hepar (p = 0,0002), perubahan histologi (degenerasi ballooning, inflamasi, dan steatosis), serta skor NAS yang tinggi yaitu 4 (p < 0,0001) jika dibandingkan dengan kelompok normal. Indeks organ hepar secara signifikan mampu diturunkan oleh metformin (p = 0,0021) dan ELM 400 mg/kg (p = 0,0485). Sementara pemberian obat lain tidak berpengaruh signifikan terhadap indeks organ hepar. Skor NAS juga mengalami penurunan yang signifikan pada kelompok metformin (p = 0,0274), resveratrol (p = 0,0063), ELM 200 mg/kg (p = 0,0274), ELM 400 mg/kg (p = 0,0063), dan ELM 600 mg/kg (p = 0,0015), sedangkan beta-sitosterol (p = 0,7910) tidak memberikan pengaruh yang signifikan dibandingkan kelompok HFHFD.
    Tahap keenam adalah analisis ekspresi enzim SIRT1 dan AMPK pada hepatosit tikus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi HFHFD selama 35 hari pada tikus menyebabkan penurunan ekspresi SIRT1 pada hepar (p = 0,0044). Ekspresi SIRT1 secara signifikan mampu ditingkatkan oleh resveratrol (p = 0,0259), ELM 400 mg/kg (p < 0,0001) dan ELM 600 mg/kg (p < 0,0001). Kelompok metformin (p = 0,0570), beta-sitosterol (p = 0,6015), dan ELM 200 mg/kg (p = 0,2856) memiliki kecenderungan untuk meningkatkan ekspresi SIRT1 pada hepar. Lebih lanjut, ekspresi AMPK pada hepar cenderung menurun pada kelompok induksi HFHFD, namun tidak signifikan (p = 0,9921). Sementara itu, kelompok yang diberi obat metformin (p = 0,9973), resveratrol (p = 0,9714), dan ELM 200 mg/kg (p = 0,5918) mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan kelompok HFHFD, namun tidak signifikan. Lebih lanjut, ekspresi AMPK meningkat secara signifikan dengan pemberian ELM 400 mg/kg (p < 0,0001 ) dan ELM 600 mg/kg (p = 0,0085).
    Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ELM memiliki aktivitas anti-lipogenesis dengan menurunkan derajat perlemakan hati yang terjadi pada hepatosit tikus model NAFLD, namun tidak untuk beta-sitosterol dosis tunggal. L. microphyllum merupakan tanaman yang potensial untuk menjadi kandidat obat yang menghambat perlemakan hati melalui jalur aktivasi SIRT1 dan AMPK.
    Kata kunci: NAFLD, Lipogenesis de novo, L. microphyllum, SIRT1, AMPK.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi