Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

D65- Formulasi Sediaan Topikal dari Fraksi Etil Asetat Daun Ubi Jalar (Ipomoea batatas (L.) Lamk.) Dengan Pembawa Etosom Sebagai Anti Dermatitis Seboroik dan Anti Alopesia (Fery Indradewi Armadany; Prof. Dr. Iyan Sopyan, M.Si; Prof. Dr. Ruslin, M.Si)


Alopesia adalah kondisi medis akibat tidak ada atau hilangnya rambut dari tubuh. Berbagai faktor dapat menjadi penyebab alopesia, faktor utama adalah ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20240125D65Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    D65
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    D65
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Alopesia adalah kondisi medis akibat tidak ada atau hilangnya rambut dari tubuh. Berbagai faktor dapat menjadi penyebab alopesia, faktor utama adalah hormonal (androgen) dan faktor lainnya seperti keadaan lingkungan yang disebabkan meningkatnya populasi Malassezia sp. Malassezia merupakan jamur penyebab terjadinya ketombe/dermatitis seboroik di kulit kepala yang apabila mengalami keparahan akan menyebabkan kerontokan rambut (alopesia). Salah satu herbal yang dapat digunakan untuk pengobatan alopesia adalah daun ubi jalar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas farmakologi dari fraksi etil asetat daun ubi jalar dalam mengobati alopesia dan dermatitis seboroik secara in vitro, in vivo dan in silico, mengkaji secara ilmiah komponen bioaktif yang terkandung di dalamnya dan memperoleh formula dalam bentuk sediaan topikal yang mengandung etosom fraksi etil asetat daun ubi jalar yang mampu meningkatkan penghantaran obat melalui kulit. Tahapan kerja pada penelitian ini terbagi tiga. Tahap pertama menyiapkan fraksi untuk mengidentifikasi senyawa yang terdapat di dalamnya melalui skrining fitokimia, analisis GC-MS dan LC-MS/MS. Tahap kedua melakukan uji aktifitas farmakologis secara in silico dengan penambatan molekuler terhadap reseptor androgen (kode 4K7A), menguji aktivitas antijamur terhadap Malassezia furfur secara in vitro dan menguji aktivitas pertumbuhan rambut pada kelinci jantan secara in vivo. Tahap ketiga membuat vesikel etosom sebagai pembawa fraksi etil asetat dan sediaan topikalnya serta melakukan evaluasi terhadap aktivitas farmakologi dan stabilitas fisiknya. Pengujian stabilitas fisik dilakukan dengan metode freeze thaw selama 6 siklus dan dibawah kondisi penyimpanan real time selama tiga bulan. Fraksi etil asetat memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan jamur Malassezia furfur dan menstimulasi pertumbuhan rambut serta mengaktifkan folikel rambut pada kelinci jantan. Terdapat 13 senyawa yang memiliki aktivitas anti-alopesia melalui penghambatan terhadap reseptor androgen dan 11 senyawa yang bersifat antimikroba (anti-dermatitis seboroik). Fraksi etil asetat yang dibuat dengan pembawa etosom dan diinkorporasi ke dalam sediaan tonik rambut mempunyai aktivitas yang baik dalam mengobati alopesia dan dermatitis seboroik serta memiliki stabilitas fisik yang baik.
    Kata kunci : anti-alopesia, anti-dermatitis seboroik, daun ubi jalar, etosom, fraksi etil asetat, formulasi topikal, Malassezia sp.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi