
Text
D62- Pengembangan Alat Ukur Untuk Mendeteksi Ketidakpatuhan Pengobatan Pada Pasien Tuberkulosis Paru di Indonesia (Leonov Rianto; Prof. Rizky Abdulah, Ph.D; Ivan Surya Pradipta, M.Sc., Ph.D; Aulia Iskandarsyah, M.Psi., M.Sc., Ph.D)
Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan tantangan kesehatan global yang signifikan, dengan ketidakpatuhan terhadap pengobatan menjadi salah satu ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20240121 D62 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil D62Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2024 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi D62Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan tantangan kesehatan global yang signifikan, dengan ketidakpatuhan terhadap pengobatan menjadi salah satu hambatan utama dalam upaya pengendalian penyakit ini secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur yang dapat mengidentifikasi factor risiko ketidakpatuhan di antara pasien TB paru di Indonesia, serta memfasilitasi intervensi yang ditargetkan untuk meningkatkan hasil pengobatan.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method yang menggabungkan studi literatur, studi kualitatif, dan studi kuantitatif. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD) dengan profesional kesehatan dan pasien TB dewasa. Health Belief Model (HBM) diadopsi sebagai kerangka teoretis untuk memahami persepsi dan perilaku pasien terhadap pengobatan TB. Hasil studi literatur dan kualitatif digunakan untuk merancang kuesioner awal, yang divalidasi oleh para ahli dan diuji pada 50 pasien TB melalui uji coba percontohan. Kuesioner yang telah divalidasi diuji secara kuantitatif pada 346 pasien TB yang baru didiagnosis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS).
Hasil: Kuesioner yang dikembangkan mencakup 14 item yang dikategorikan dalam lima konstruk utama: faktor sosioekonomi, interaksi tim kesehatan, kondisi pasien, isu terkait terapi, dan faktor spesifik pasien. Analisis SEM-PLS menunjukkan bahwa faktor kondisi memiliki pengaruh positif dan signifikan (0.17**) terhadap ketidakpatuhan pengobatan TB, sementara faktor sosioekonomi, tim kesehatan, terapi, dan spesifik pasien tidak signifikan. Alat ukur yang dikembangkan telah divalidasi dengan menunjukkan validitas diskriminan menggunakan kriteria Fornell-Larcker, validitas konvergen (AVE > 0.50), dan reliabilitas tinggi (composite reliability dan Cronbach's alpha > 0.70). Nilai median 49 digunakan sebagai cut-off untuk mengidentifikasi risiko ketidakpatuhan. Skor yang lebih tinggi dari median mencerminkan tingkat risiko ketidakpatuhan yang lebih besar.
Kesimpulan: Penelitian ini berhasil mengembangkan alat ukur yang valid dan reliabel untuk mengidentifikasi faktor risiko ketidakpatuhan pengobatan TB di Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa faktor kondisi pasien merupakan determinan utama ketidakpatuhan pengobatan. Instrumen ini memungkinkan profesional kesehatan untuk mengidentifikasi pasien dengan risiko tinggi ketidakpatuhan dan merancang strategi intervensi yang lebih tepat sasaran.
Kata Kunci : Tuberkulosis Paru, Ketidakpatuhan Pengobatan, Health Belief Model, mix method, Pengembangan alat ukur, SEM-PLS
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






