Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4558- Analisis dan Optimasi Ekstraksi Senyawa Rutin dari Daun Singkong (Manihot esculenta Crantz.), Daun Sukun (Artocarpus atilis (Parkinson) Fosberg), dan Daun Murbei (Morus alba L.) (Kirana Fayruz Swarga; Intan Timur Maisyarah, M.Si., Ph.D; Dr. Ami Tjitraresmi, M.Si)


Rutin merupakan senyawa metabolit sekunder yang memiliki banyak manfaat karena aktivitas farmakologi yang dimilikinya. Senyawa rutin dikenal dengan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202401174558Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4558
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4558
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Rutin merupakan senyawa metabolit sekunder yang memiliki banyak manfaat karena aktivitas farmakologi yang dimilikinya. Senyawa rutin dikenal dengan aktivitasnya sebagai antidiabetes, antioksidan, dan bahkan sebagai antikanker. Pada Farmakope Herbal Indonesia, senyawa rutin diketahui menjadi senyawa penanda bagi banyak bahan obat bahan alam, baik itu simplisia ataupun ekstrak. Senyawa penanda digunakan sebagai acuan, baik secara kualitatif ataupun kuantitatif dalam proses standarisasi bahan baku obat bahan alam berdasarkan Farmakope Herbal Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis daun tumbuhan yang umum ditemukan di Indonesia terlebih Jawa Barat yang memiliki kandungan senyawa rutin paling banyak. Pada penelitian ini juga dilakukan optimasi jenis pelarut serta optimasi metode ekstraksi guna mengetahui kondisi ekstraksi optimum yang dapat menghasilkan senyawa rutin paling banyak. Analisis kuantitatif kandungan senyawa rutin dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Berdasarkan hasil analisis dan optimasi, diketahui bahwa daun singkong (Manihot esculenta Crantz) mengandung senyawa rutin dalam jumlah paling banyak jika dibandingkan dengan tumbuhan uji lainnya. Optimasi jenis pelarut dan metode ekstraksi menunjukkan metode refluks dengan pelarut metanol menghasilkan kadar senyawa rutin tertinggi yaitu sebesar 27,29% b/b. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar yang kuat untuk penggunaan daun singkong sebagai sumber senyawa rutin dalam pengadaan senyawa penanda.
    Kata kunci: Ekstraksi, Rutin, Optimasi, Spektrofotometer UV-Vis
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi