
Text
4557- Analisis Pengobatan Pada Anak Dengan Diare Berdasarkan Daerah Tempat Tinggal Menurut Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2017 (Ariani Insyirah; Sofa Dewi Alfian, M.K.M., Ph.D; Dr. Dian Ayu Eka Pitaloka, M.Si)
Diare merupakan kondisi buang air besar (BAB) dengan konsistensi tinja yang lembek atau cair sebanyak lebih dari tiga hari dalam sehari. Di ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20240116 4557 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4557Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2024 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4557Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Diare merupakan kondisi buang air besar (BAB) dengan konsistensi tinja yang lembek atau cair sebanyak lebih dari tiga hari dalam sehari. Di Indonesia, prevalensi diare pada balita berada pada angka 12,3%. Kasus kematian pada anak diare mayoritas disebabkan oleh dehidrasi berat dan malnutrisi sekunder karena penanganan diare yang tidak baik. Oleh karena itu, pengobatan diare pada anak harus dilakukan dengan baik. Di sisi lain, ketimpangan daerah perkotaan dan pedesaan di Indonesia terkait pembangunan kesehatan masih menjadi masalah yang perlu diselesaikan. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengobatan diare dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pengobatan diare pada anak berdasarkan daerah tempat tinggal menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional dan sebanyak 1.630 subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis. Analisis yang dilakukan mencakup analisis univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan aplikasi SPSS. Hasil analisis yang didapatkan adalah tidak ada variabel yang berhubungan secara signifikan terhadap pengobatan pada anak diare di perkotaan. Sedangkan di pedesaan, subjek yang berada di kuintil kekayaan terendah memiliki probabilitas 2.053 kali lebih besar (OR = 2.053; 95% CI = 1.154-3.652; p-value = 0,014) secara signifikan tidak memberikan pengobatan diare. Selain itu, subjek yang tidak mengakses media massa memiliki probabilitas 2.109 kali lebih besar (OR = 2.109; 95% CI = 1.091-4.077; p-value 0,026) secara signifikan memberikan pengobatan non-sintetik, yaitu pemberian larutan gula garam atau herbal. Harapannya apoteker dapat membantu terkait sosialisasi dan edukasi kesehatan terutama terkait penanganan diare di daerah perkotaan dan pedesaan sehingga kejadian diare pada balita menurun dan kualitas hidup balita dapat membaik.
Kata kunci: Diare, Anak, Pengobatan, Perkotaan, Pedesaan, SDKI, Indonesia
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






