Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4553- Analisis Hambatan Dalam Mengakses Pelayanan Kesehatan Pada Wanita Berdasarkan Daerah Tempat Tinggal Menurut Data SDKI 2017 (Mahyana Mairubi Kencana; Sofa Dewi Alfian, M.K.M., Ph.D; Dr. Dian Ayu Eka Pitaloka, M.Si)


Kesehatan wanita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global dan menjadi perhatian khusus dalam Sustainable Development Goals (SDGs) ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202401124553Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4553
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4553
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kesehatan wanita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global dan menjadi perhatian khusus dalam Sustainable Development Goals (SDGs) sebagaimana dijelaskan pada tujuan 3. Namun, pelayanan kesehatan wanita di Indonesia belum optimal karena adanya ketimpangan aksesibilitas terhadap fasilitas kesehatan di masyarakat pedesaan yang cenderung lebih rendah dibandingkan masyarakat di perkotaan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hambatan serta faktor apa saja yang mempengaruhi hambatan dalam mengakses pelayanan kesehatan berdasarkan daerah tempat tinggal. Penelitian dilakukan dengan analisis univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan SPSS. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 49.589 responden yang sudah masuk kriteria inklusi. Berdasarkan hasil penelitian, sebesar 34% wanita yang tinggal di perkotaan dan 40% wanita yang tinggal di pedesaan mengalami hambatan dalam mengakses pelayanan kesehatan dengan hambatan yang paling sering dialami oleh wanita adalah tidak ingin pergi sendiri, yaitu di perkotaan sebesar 6437 (47,2%) sedangkan di pedesaan sebesar 39 (41%). Sedangkan hambatan yang paling jarang dialami adalah memperoleh izin untuk berobat, dengan hasil di perkotaan sebesar 1401 (10,3%) sedangkan di pedesaan sebesar 1511 (9,7%). Hambatan dalam mengakses pelayanan kesehatan yang dialami oleh wanita yang tinggal di pedesaan umumnya disebabkan oleh faktor tempat tinggal di pulau Sulawesi (aOR = 1,418, 95% CI = 1,219 - 1,651, p-value =
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi