Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4548- Pengaruh Metode Pengeringan Oven dan Kombinasi (Hybrid-Oven) Terhadap Kualitas Simplisia Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe Var. Rubrum) Asal Sukabumi (Deka Aulia Septa Yofi Parmar; Dr. Yasmiwar Susilawati, M.Si; Dra. Rr. Sulistianingsih, M.Kes)


Kementrian Kesehatan berupaya untuk meningkatkan penyediaan bahan baku obat tradisional (BBOT) yaitu dengan mendirikan fasilitas Pusat Pengolahan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202401054548Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4548
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4548
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kementrian Kesehatan berupaya untuk meningkatkan penyediaan bahan baku obat tradisional (BBOT) yaitu dengan mendirikan fasilitas Pusat Pengolahan Pasca Panen Tanaman Obat (P4TO) di Kabupaten Soreang. Fasilitas utama untuk produksi simplisia di P4TO adalah fasilitas pengering simplisia, yang terdiri atas ruang pengering (hibrid) dan oven. Terdapat dua metode pengeringan simplisia di P4TO, yaitu pengeringan oven dan pengeringan kombinasi hybrid-oven. Salah satu tanaman obat yang diproduksi menjadi simplisia di P4TO adalah rimpang jahe merah (Zingiber officinale Rosc. Var. Rubrum). Rimpang jahe merah merupakan salah satu BBOT yang termasuk ke dalam tanaman obat prioritas nasional sehingga kualitasnya harus memenuhi persyaratan Farmakope Herbal Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas simplisia jahe merah yang diproduksi dengan metode pengeringan oven dan kombinasi hybrid-oven dengan memperhatikan parameter standar spesifik, non spesifik, dan kandungan kimia. Hasil pengujian menunjukkan bahwa secara statistik kadar abu tidak larut asam menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan (p > 0,05) antara kedua metode pengeringan, sedangkan untuk parameter standar kadar sari larut air, kadar sari larut etanol, kadar abu total, dan susut pengeringan menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p < 0,05). Dari perbandingan nilai parameter standarisasi disimpulkan bahwa kualitas simplisia terbaik diperoleh dari simplisia yang diproses dengan pengeringan kombinasi hybrid-oven.
    Kata kunci: Metode pengeringan, parameter standar, kualitas simplisia
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi