
Text
4544- Hubungan Pengetahuan Orang Tua Terhadap Perilaku Pencarian Pengobatan Diare Pada Anak Berdasarkan Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2017 (Hanun Afifah; Sofa Dewi Alfian, M.K.M., Ph.D; Prof. Irma Melyani Puspitasari, M.T., Ph.D)
Diare pada balita merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia, dan penyumbang angka kesakitan dan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20240101 4544 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4544Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2024 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4544Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Diare pada balita merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia, dan penyumbang angka kesakitan dan kematian. Penanganan yang tidak tepat, baik di rumah maupun di fasilitas kesehatan, terutama oleh orang tua, merupakan penyebab keparahan diare. Pengetahuan dan perilaku pencarian pengobatan diare oleh orang tua berperan penting dalam mengurangi keparahan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat pengetahuan orang tua, perilaku pencarian pengobatan, dan hubungan pengetahuan terhadap perilaku pencarian pengobatan pada diare anak berdasarkan Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017. Penelitian observasional ini menggunakan metode cross-sectional dan melibatkan 1727 responden dengan anak balita yang mengalami diare dua minggu sebelum survei. Hasil menunjukkan bahwa 51.3% orang tua memiliki pengetahuan buruk, sementara 48.7% baik; perilaku pencarian pengobatan ke fasilitas kesehatan formal 84.4%, informal 15.2%, dan pemberian obat swamedikasi 72.6%. Pengetahuan orang tua berhubungan dengan perilaku pencarian pengobatan di fasilitas kesehatan informal (aOR = 0.761; 95% CI = 0.580 - 0.997; p = 0.048) dan pemberian obat swamedikasi (aOR = 1.660; 95% CI = 1.336 - 1.062; p = 0.000). Orang tua dengan pengetahuan yang baik memiliki probabilitas 0.761 kali membawa anaknya ke fasilitas kesehatan informal dan memiliki probablitas 1.660 kali untuk memberikan obat swamedikasi pada anak. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan intervensi kesehatan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian karena diare pada balita.
Kata kunci: pengetahuan, perilaku pencarian pengobatan, SDKI 2017
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






