
Text
4541- Pengaruh Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia sappan Linn.) dan Brazilin Sebagai Kelator Besi Terhadap Level Ekspresi SLC40A1 dan B2M Pada Lini Sel KG1A (Reihanna Yasmine Fauzia; Riezki Amalia, M.S., Ph.D; Imam Adi Wicaksono, M.Si)
Talasemia merupakan kelainan genetik yang disebabkan oleh gangguan dalam pembentukan rantai globin yang mengakibatkan penurunan hemoglobin. Berbagai ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20240098 4541 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4541Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2024 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4541Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Talasemia merupakan kelainan genetik yang disebabkan oleh gangguan dalam pembentukan rantai globin yang mengakibatkan penurunan hemoglobin. Berbagai penelitian menyarankan bahwa penggunaan zat pengkhelat besi dapat meningkatkan harapan hidup pada pasien talasemia yang membutuhkan transfusi secara teratur. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukan bahwa ekstrak etanol kayu secang dan brazilin berperan sebagai kelator besi yang dapat mengurangi kadar feritin (zat besi dalam serum) serta meningkatkan kelangsungan hidup. Ferroportin adalah satu-satunya eksportir zat besi, sedangkan beta 2 microglobulin (ꞵ2M) adalah protein pengatur penyerapan zat besi. Penggunaan ekstrak etanol kayu secang dan brazilin diperkirakan dapat menekan kadar besi melalui peningkatan ekspresi gen SLC40A1 dan B2M. Pada penelitian ini diteliti pengaruh perlakuan ekstrak etanol kayu secang, brazilin, dan deferipron sebagai kontrol obat terhadap level ekspresi gen SLC40A1 dan B2M yang merupakan regulator penting pada metabolisme zat besi dengan model lini sel KG1a menggunakan metode kuantifikasi ekspresi dengan qRT-PCR. Dari hasil analisis data penelitian ini dapat diketahui pengaruh induksi ekstrak etanol kayu secang dan brazilin pada level ekspresi gen SLC40A1 dan B2M pada lini sel KG1a. Hasil kuantifikasi ekspresi dengan qRT-PCR menunjukkan peningkatan ekspresi yang signifikan pada level ekspresi gen SLC40A1 yaitu pada induksi deferiprone 5 ppm setelah penambahan holo- dan apo-transferin serta pada induksi ekstrak etanol kayu secang 5 ppm setelah penambahan holo- dan apo-transferin. Sedangkan pada level ekspresi gen B2M peningkatan ekspresi yang signifikan ditunjukan pada induksi ekstrak etanol kayu secang 2,5 ppm setelah penambahan holo- dan apo-transferin. Sedangkan hasil kuantifikasi ekspresi tidak menunjukan peningkatan yang signifikan pada induksi brazilin 5 ppm dan 2,5 ppm terhadap level ekspresi gen SLC40A1 dan B2M.
Kata kunci : zat besi, KG1a, ekstrak etanol kayu secang, brazilin, deferiprone
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






