Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4537- Preparasi dan Karakterisasi Dispersi Padat Terner Alfa Mangostin Dengan Polimer Eudragit dan Poloxamer Dengan Menggunakan Metode Solvent Evaporation (Ellen Nathania Yunita; Arif Budiman, M.Si., Ph.D; Dr. Diah Lia Aulifa, M.Si)


Alfa mangostin merupakan isolat dari buah manggis (Garcinia mangostana L.) yang memiliki berbagai aktivitas farmakologi namun, senyawa ini memiliki ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202400934537Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4537
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4537
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Alfa mangostin merupakan isolat dari buah manggis (Garcinia mangostana L.) yang memiliki berbagai aktivitas farmakologi namun, senyawa ini memiliki yang buruk dalam air menyebabkan bioavailabilitasnya menjadi rendah. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan stabilitas amorf dari bahan aktif adalah amorf dispersi padat ADP. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, sistem ADP memiliki keterbatasan seperti keterbasahan yang kurang baik, sehingga keadaan supersaturasi zat aktif dalam air tidak tercapai. Peningkatan kelarutan bahan aktif dapat dilakukan melalui pengembangan formulasi, salah satunya dengan metode pembentukan dispersi padat terner (DPT). DPT merupakan pengembangan dari amorf dispersi padat dengan penambahan komponen ketiga untuk membentuk matrix hidrofilik. Pada sistem DPT, bahan aktif terdispersi dalam dua komponen berbeda membentuk fasa padat. Dalam penelitian ini digunakan polimer eudragit dan poloxamer sebagai komponen pembentuk DPT alfa mangostin. Pada penelitian ini dilakukan studi mengenai formulasi dan karakterisasi sistem DPT dari alfa mangostin dengan menggunakan polimer eudragit dan poloxamerdengan metode solvent evaporatioin. Karakterisasi dispersi padat terner dengan PXRD menunjukan pola halo tanpa puncak difraksi yang tajam serta hasil termogram DSC tidak ditemukan adanya puncak endotermik mengindikasikan terbentuknya amorf. Pergeseran pada spektrum FTIR mengindikasikan terjadi interaksi antara alfa mangostin dengan polimer eudragit dan poloxamer. Pengujian entrapment efficiency menujukkan alfa mangostin sebagai senyawa aktif terjerap dalam polimer eudragit dan poloxamer pada sistem DPT secara efektif. Hasil uji kelarutan dan disolusi menunjukan penambahan poloxamer sebagai komponen ketiga dapat memperbaiki profil disolusi dari dispersi padat alfa mangostin dan eudragit. DPT alfa mangostin tetap stabil setelah disimpan 30 hari pada kondisi dengan kelembaban tinggi. Berdasarkan data di atas, pembentukan dispersi padat terner alfa mangostin dapat memperbaiki profil disolusi dan stabilitas fisik alfa mangostin dibanding dengan sistem ADP.
    Kata kunci: alfa mangostin, disolusi, dispersi padat terner, eudragit, karakterisasi, poloxamer, solvent evaporation, stabilitas fisik.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi