
Text
4536- Studi Interaksi Molekular Aktivitas Neuroprotektif Senyawa Pada Biji Jintan Hitam (Nigella sativa L.) Dengan Reseptor MAGL Sebagai Kandidat Obat Multiple Sclerosis Secara In Silico (Edrea Josephine; Prof. Dr. Aliya Nur Hasanah, M.Si; Dr. Sandra Megantara, M.Farm)
Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit yang disebabkan oleh lesi di sistem saraf pusat (SSP) yang menunjukkan peradangan kronis didukung oleh sistem ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20240092 4536 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4536Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2024 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4536Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit yang disebabkan oleh lesi di sistem saraf pusat (SSP) yang menunjukkan peradangan kronis didukung oleh sistem kekebalan tubuh adaptif, dengan kerusakan imun diperkuat oleh mekanisme neurodegeneratif pada akson yang rusak, sehingga memerlukan terapi neuroprotektif. Beberapa penelitian telah menyatakan bahwa biji jintan hitam (Nigella sativa L.) memiliki aktivitas antiinflamasi dan neuroprotektif. Penelitian sebelumnya menunjukkan potensi Monoacylglycerol lipase (MAGL) (PDB Id: 3PE6) sebagai reseptor yang penginaktivasiannya berperan sebagai neuroprotektif. Namun, interaksi antar senyawa dalam biji jintan hitam dengan reseptor MAGL belum diketahui. Maka dari itu, dilakukan penelitian dengan tujuan mempelajari interaksi molekular antar senyawa biji jintan hitam dengan reseptor MAGL dan analisis absorpsi-distribusi-metabolisme-ekskresi-toksisitas (ADMET) serta pemodelan farmakofor senyawa dalam biji jintan hitam yang berinteraksi dengan reseptor MAGL secara in silico untuk mengetahui potensinya sebagai kandidat obat MS. Metode in silico ini dilakukan dengan melakukan simulasi penambatan molekular yang didukung oleh prediksi ADMET serta pemodelan farmakofor. Selain itu dilakukan juga evaluasi drug-likeness untuk mengetahui potensi sediaan oral. Didapatkan hasil dari penambatan molekular, 10 senyawa terbaik berdasarkan parameter nilai energi bebas dan konstanta inhibisi, yaitu Nigellamin C, Stigmasterol, β-Sitosterol, δ-7-avenasterol, Campesterol, Kolesterol, δ-7-stigmasterol, Nigellidin-4-O-sulfit, Pimaradiena, dan Nigellidin. Dari 10 senyawa tersebut, Nigellidin-4-O-sulfit memiliki ketiga residu asam amino kunci, yaitu Ala51, Ser122, dan Met123, sehingga memiliki potensi neuroprotektif lebih baik. Hasil pemodelan farmakofor yang telah dilakukan menunjukkan ada 4 senyawa yang memiliki kecocokan fitur dengan ligan alaminya, yaitu Beta-Sitosterol, Campesterol, Nigellamine C, dan Nigellidin 4-O-Sulfit. δ-7-avenasterol merupakan senyawa dengan hasil prediksi ADME terbaik, sementara prediksi toksisitas terbaik ditemukan pada Nigellidin-4-O-sulfit. Evaluasi drug-likeness menunjukkan bahwa Nigellidin dan Nigellidin-4-O-Sulfit memenuhi kriteria Lipinski Rule of Five (RO5) untuk sediaan oral. Berdasarkan hasil penelitian, Nigellidine-4-O-Sulfite merupakan senyawa pada biji jintan hitam yang paling berpotensi sebagai neuroptotektif untuk pengobatan MS.
Kata kunci: Interaksi molekular, neuroprotektif, jintan hitam, monoacylglycerol lipase (MAGL), multiple sclerosis, in silico
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






