Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4535- Studi Interaksi Kandungan Bioaktif Daun Ketepeng Cina (Cassia alata Linn) Sebagai Anti Dermatitis Seboroik Secara In Silico (Nur Shelly Ester Claudiana; Dr. Sandra Megantara, M.Farm; Prof. Dr. Aliya Nurhasanah, M.Si)


Dermatitis seboroik (DS) merupakan peradangan kulit yang muncul pada bagian yang memiliki banyak kelenjar dan dialami oleh 5% populasi umum di ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202400914535Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4535
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4535
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Dermatitis seboroik (DS) merupakan peradangan kulit yang muncul pada bagian yang memiliki banyak kelenjar dan dialami oleh 5% populasi umum di seluruh dunia. Cassia alata Linn telah digunakan secara empiris oleh masyarakat pinggiran Kota Manado sebagai alternatif bahan keramas untuk menghilangkan ketombe dan memiliki 74 senyawa yang berpotensi sebagai anti-jamur tetapi belum pernah diketahui interaksinya secara molekular dengan reseptor anti jamur. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui interaksi molekuler dan prediksi parameter absorpsi, distribusi, metabolisme, dan toksisitas secara in silico yang terjadi antara senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada Daun Ketepeng Cina (Cassia alata Linn) terhadap reseptor lanosterol 14 alpha demethylase. Hasil interaksi molekuler didapatkan delapan senyawa terbaik yang memiliki nilai energi bebas dan konstanta inhibisi terkecil yaitu betasitosterol, stigmasterol, vitamin E asetat, propelargonidin, kaempferol 3-O-gentiobiosida, kaempferol-3-O-D-glukopiranosida, rhein, dan kaempferol-3,7-diglukosida. Senyawa beta sitosterol memiliki nilai energi bebas dan konstanta inhibisi paling kecil (-11.09 kkal/mol; 0,00739 µM) juga memiliki nilai pharmacopore fit score paling tinggi sebesar 47,05%. Beta sitosterol, stigmasterol, vitamin e asetat, kaempferol-3-O-D-glukopiranosida dan rhein memenuhi aturan Lipinski. Hasil prediksi profil farmakokinetik betasitosterol memiliki profil farmakokinetik yang baik. Dari penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa betasitosterol merupakan senyawa pemandu yang dapat berpotensi sebagai obat anti dermatitis seboroik.

    Kata kunci: Dermatitis Seboroik, Daun Ketepeng Cina (Cassia alata Linn), Lanosterol 14 alpha demethylase, In Silico, Interaksi Molekular
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi