
Text
4530- Studi Komputasi Interaksi Senyawa Bioaktif Pada Daun Ketepeng Cina (Cassia alata L.) Dengan Reseptor 5 Alpha Reduktase Yang Berpotensi Sebagai Anti Alopesia (Michelle Natasha Colin; Dr. Sandra Megantara, M.Farm; Prof. Dr. Aliya Nurhasanah, M.Si)
Alopesia androgenik merupakan jenis alopesia yang sangat umum terjadi. Pengobatannya menggunakan obat golongan inhibitor 5-alpha reductase, seperti ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20240086 4530 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4530Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2024 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4530Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Alopesia androgenik merupakan jenis alopesia yang sangat umum terjadi. Pengobatannya menggunakan obat golongan inhibitor 5-alpha reductase, seperti finasterid dan dutasterid, menimbulkan banyak efek samping seksual sehingga bahan alam dapat menjadi kandidat untuk pengobatan alopesia yang lebih aman. Daun ketepeng cina (Cassia alata L.) diduga mampu mencegah penuaan serat keratin rambut sehingga dapat mengurangi kerontokan rambut. Penelitian terkait potensi senyawa daun ketepeng cina sebagai inhibitor 5-alpha reductase (5AR) untuk pengobatan alopesia androgenik belum pernah dilakukan sehingga penelitian ini dilakukan untuk menemukan senyawa bioaktif daun ketepeng cina yang potensial sebagai anti alopesia. Penelitian dilakukan secara in silico melalui metode penambatan molekuler terhadap reseptor 5AR (PDB ID : 7C83), pemodelan farmakofor, prediksi aturan Lipinski, dan prediksi ADMET. Hasil penambatan molekul menunjukkan 8 senyawa potensial, yaitu stigmasterol, beta sitosterol, propelargonidin, vitamin E asetat, kaempferol-3,7-diglukosida, kaempferol 3-O-gentiobiosida, asam klorogenat, dan kaempferol-3-O-D-glukopiranosida, dengan nilai binding energy yang lebih baik dibanding finasterid dan dutasterid sebagai ligan pembandingnya melalui interaksi dengan residu asam amino kunci yaitu tirosin dan glutamat. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa senyawa yang paling potensial menjadi lead compound adalah kaempferol-3,7-diglukosida dan studi lanjutan dapat dilakukan dengan pengujian dinamika molekuler untuk hasil yang lebih komprehensif.
Kata kunci : Alopesia, Cassia alata, Penambatan Molekuler, Studi In Silico
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






