Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

T308- Formulasi Peptida Antimikroba Sintesis (KR-12) Dalam Sistem Vesikular Liposom dan Aktivitas Antibakteri Secara In Vitro (Diana Kurnia Apriani; Prof. Dr. rer. nat. Anis Yohana C., M.Si; Dr. Tina Rostinawati, M.Si)


Peptida Antimikroba (PAM) merupakan salah satu kandidat obat dengan potensi sebagai anti-infeksi baru yang memiliki aktivitas biologis yang luas ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20240082T308Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T308
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    T308
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Peptida Antimikroba (PAM) merupakan salah satu kandidat obat dengan potensi sebagai anti-infeksi baru yang memiliki aktivitas biologis yang luas dengan peptida panjang. Namun, peptida antimikroba dengan jumlah peptida yang lebih pendek juga menarik untuk dikembangkan yaitu peptida antimikroba sintesis KR-12. KR-12 memiliki struktur α-heliks amfipatik yang hampir sempurna dari peptida induk serta menunjukkan aktivitas antimikroba dan antiinflamasi yang sangat efektif. Sistem penghantaran liposom sebagai pembawa vesikular memiliki keunggulan diantaranya bersifat biokompatibilitas, meningkatkan stabilitas, bioavaibilitas yang tinggi, serta eksipien yang aman digunakan pada formulasi, sehingga liposom dapat digunakan sebagai pembawa KR-12 dalam mengatasi keterbatasan peptida antimikroba sintesis yaitu dalam hal stabilitas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan yang ideal pada soya dan kolesterol dalam menghasilkan formula optimum liposom dengan mempelajari pengaruh waktu sonikasi dan hidrasi terhadap karakterisasi liposom serta mendapatkan data stabilitas liposom dan pengaruh enkapsulasi liposom terhadap aktivitas antibakteri pada Staphylococcus aureus. Pada penelitian ini, liposom dibuat dengan menggunakan metode hidrasi lapis tipis. Karakterisasi liposom yang dihasilkan meliputi pengamatan organoleptis, ukuran partikel, indeks polidispersitas, zeta potensial, efisiensi enkapsulasi, pengamatan morfologi liposom dengan TEM (Transmission Electron Microscopy), pengujian stabilitas real-time, dan pengujian antibakteri. Liposom KR-12 yang dihasilkan menunjukkan liposom berwarna putih susu, berbau khas lesitin dan tanpa endapan. Formula liposom didapatkan dengan memvariasikan soya : kolesterol F1 dan F3 (8:2), F2 dan F4 (9:1) serta variasi waktu hidrasi (100 dan 120 menit) dan waktu sonikasi (30 dan 45 menit). Hasil pengamatan memperlihatkan bahwa formula liposom paling optimum yaitu F2 dan F4 dengan waktu sonikasi 45 menit dan waktu hidrasi 120 menit dengan ukuran partikel berturut sebesar 299,2 ± 14,6 nm dan 254,2 ± 24,5 nm; indeks polidispersitas sebesar 0,448 ± 0,011 dan 0,294 ± 0,072; zeta potensial sebesar -56,33 ± 3,02 mV dan -53,90 mV; efisiensi enkapsulasi sebesar 99,37 ± 0,275 % dan 95,75 ± 0,875 %. Hasil karakterisasi dengan TEM menunjukkan bahwa liposom berbentuk spheris (bulat). Data hasil uji stabilitas pada F2 dan F4 dengan metode real-time menunjukkan hasil analisis statistik dengan p value
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi