Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4521- Karakterisasi Isobavakalkon Dalam Silika Mesopori dan Dampaknya Terhadap Profil Disolusi dan Stabilitas Fisik (Priskila Margaretha; Dr. Diah Lia Aulifa, M.Si; Arif Budiman, M.Si., Ph.D)


Sediaan obat oral memiliki profil disolusi dan bioavailabilitas yang rendah sehingga dibutuhkan upaya peningkatan profil disolusi dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202400454521Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4521
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4521
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Sediaan obat oral memiliki profil disolusi dan bioavailabilitas yang rendah sehingga dibutuhkan upaya peningkatan profil disolusi dan bioavailabilitas. Amorfisasi merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kelarutan, tetapi bentuk amorf tidak stabil secara fisik. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kestabilan isobavakalkon (IBC) dalam keadaan amorf dengan menggunakan nanocarrier yaitu silika mesopori (SM) berdasarkan perbedaan ukuran porinya. Enkapsulasi IBC ke dalam SM dibuat dengan metode solvent evaporation dengan perbandingan obat pada IBC/SM 1,6 nm sebesar 3:7. 5:5, 7:3 b/b dan IBC/SM 4,5 nm sebesar 2:8, 3:7, 5:5, 7:3 b/b kemudian dikarakterisasi dan dievaluasi sifat farmasetiknya. Karakterisasi IBC/SM dengan XRD menunjukkan pola halo dan pengujian DSC tidak menunjukkan adanya puncak leleh pada rasio 3:7 (IBC/SM 1,6 nm) dan 2:8 (IBC/SM 4,5 nm). Interaksi ikatan hidrogen pada SM dengan gugus karbonil pada IBC ditunjukkan dengan hasil FTIR. Profil disolusi pada IBC/SM 1,6 nm meningkat dan mampu mempertahankan supersaturasi lebih lama dibandingkan IBC/SM 4,5 nm . Uji stabilitas fisik pada suhu 25oC RH 95% menunjukkan bahwa IBC/SM lebih stabil dibandingkan bentuk kristal IBC. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa IBC/SM 1,6nm memberikan pengaruh yang lebih baik pada peningkatan sifat farmasetik IBC, yaitu stabilias fisik dan disolusi IBC.
    Kata kunci : isobavakalkon, silika mesopori, ukuran pori, ikatan hidrogen, stabilitas fisik, disolusi
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi