
Text
T303- Efek Ekstrak Etanol Getah Ashitaba (Angelica keiskei (Miq) Koidz) Terhadap Kadar Urea, Kreatinin, Transaminase, Glukosa, dan Kidney Injury Molecule-1 Pada Tikus Wistar Yang Diinduksi Cisplatin (Ika Wahyuni; Prof. Dr. Jutti Levita, M.Si; Dr. Diah Lia Aulifa, M.Si; Dr. Aziiz Mardanarian Rosdianto, S.Kep., Ners., M.H.(Kes)., M.Si., AIF)
Cisplatin merupakan salah satu obat antikanker yang bekerja dengan mengikat basa purin dan mengganggu sintesis DNA. Penggunaan cisplatin jangka ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20240038 T303 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil T303Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2024 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi T303Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Cisplatin merupakan salah satu obat antikanker yang bekerja dengan mengikat basa purin dan mengganggu sintesis DNA. Penggunaan cisplatin jangka panjang dapat menyebabkan toksisitas, diantaranya nefrotoksisitas, hepatoksisitas, toksisitas hematologi, peningkatan glukosa darah, ototoksisitas, dan neurotoksisitas. Penggunaan cisplatin dengan dosis tinggi menyebabkan stress oksidatif sehingga terjadi toksisitas. Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan adalah getah ashitaba (Angelica keiskei (Miq.) Koidz.). Penelitian ini bertujuan membuktikan bahwa efek ekstrak etanol getah A. keiskei (EEGAK) melalui pengukuran urea, kreatinin, transaminase, glukosa, dan KIM-1 pada tikus Wistar yang diinduksi cisplatin.
Sebanyak 2 L getah A. keiskei yang diperoleh dari Desa Sembalun, Gunung Rinjani, Lombok, dikering-bekukan pada suhu -80o C selama 4 x 24 jam sehingga diperoleh serbuk getah A. keiskei. Hasil rendemen serbuk sebesar 3,62% b/v. Pada serbuk getah tersebut dilakukan analisis kadar proksimat (air, abu, lemak, protein, dan karbohidrat) dan vitamin C. Hasil analisis proksimat menunjukkan bahwa serbuk getah A. keiskei mengandung air 9,96 %, abu 1,14%, lemak 7,36%, protein 3,12%, karbohidrat 78,12%, dan vitamin C 0,264%.
Selanjutnya, sejumlah 60 g serbuk getah A. keiskei dimaserasi selama 5 x 24 jam dengan pelarut etanol 96% (1:10), dan kelebihan pelarutnya dihilangkan dengan penguapan selama 40 menit pada suhu 600 C. Ekstrak kental yang diperoleh kemudian ditetapkan kadar fenol total (dihitung setara dengan asam galat atau GAE), flavonoid total (dihitung setara dengan kuersetin atau QE), dan kalkon total (dihitung setara dengan isobavakalkon atau IBCE). Hasil rendemen EEGAK 82,08% b/b. Kadar fenol total EEGAK adalah 4,6753 ± 0,141 g GAE/100 g, kadar flavonoid total adalah 8,755 g QE/100 g, dan kadar kalkon total dihitung sebagai isobavakalkon 5,532 g IBC/100 g.
Penelitian dilanjutkan secara in vivo menggunakan tikus Wistar yang diinduksi cisplatin melalui pengukuran urea, kreatinin, glukosa, transaminase, dan kidney injury molecule-1 (KIM-1). Hewan uji sebanyak 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok Na CMC, cisplatin 5 mg/kg BB, kuersetin 20 mg/kg BB, EEGAK 1000 mg/kg BB, dan EEGAK 1500 mg/kg BB. Semua kelompok hewan uji diberi perlakuan selama 10 hari dan diberikan induksi cisplatin 5 mg/kg BB pada hari ke-7, kecuali kelompok Na CMC. Hewan uji dilakukan penimbangan berat badan setiap hari dan pada hari ke-11 dilakukan euthanasia menggunakan ketamin 100 mg/kg BB, kemudian diambil darah melalui intrakardial. Bobot relatif organ ginjal kanan dan kiri ditimbang, kemudian dilakukan analisis histopatologi pada ginjal kanan dan analisis KIM-1 pada ginjal kiri.
Hasil penelitian in vivo menunjukkan bahwa EEGAK dapat menurunkan berat badan tikus Wistar, tetapi meningkatkan berat relatif organ ginjal. Pada analisis biokimia EEGAK 1000 mg/kg BB dan 1500 mg/kg BB terbukti dapat menurunkan kadar sCr secara signifikan dengan nilai p masing-masing 0,0035 dan 0,0050 jika dibandingkan kelompok cisplatin. Namun tidak signifikan menurunkan kadar BUN, ALT dan AST, serta glukosa darah dibandingkan kelompok cisplatin. EEGAK meningkatkan kadar kolesterol total tetapi tidak signifikan jika dibandingkan kelompok cisplatin. Pada pengujian KIM-1, tikus yang diberikan cisplatin mengalami kenaikan kadar KIM-1 secara signifikan dengan nilai p 0,0032 jika dibandingkan dengan kelompok Na CMC. EEGAK terbukti dapat menurunkan kadar KIM-1 tetapi tidak signifikan jika dibandingkan dengan kelompok cisplatin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa EEGAK memiliki aktivitas protektif terhadap toksisitas yang diinduksi cisplatin yang dikaitkan dengan sifat antioksidannya.
Kata kunci: Cisplatin; KIM-1; rat; Angelica keiskei sap
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






