Text
Skizoanalisis
Sejarah adalah proses rasionalisasi yang mendewakan rasio sebagai ukuran normatif kemanusiaan. Untuk sekian lama rasio diposisikan sebagai penentu ...
-
Tidak ada salinan data
-
Perpustakaan Fakultas Ilmu BudayaJudul Seri -No. Panggil 150.195 AGU sPenerbit JALASUTRA : YOGYAKARTA., 2007 Deskripsi Fisik xi, 185 hlm.; 20 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 979-368-470-4Klasifikasi 150.195Tipe Isi textTipe Media unmediatedTipe Pembawa volumeEdisi 1st edSubyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Buku ini ditulis oleh Agustinus Hartono. -
Sejarah adalah proses rasionalisasi yang mendewakan rasio sebagai ukuran normatif kemanusiaan. Untuk sekian lama rasio diposisikan sebagai penentu sejarah hidup manusia dan sebagai akses menuju identitas autentik. Melalui pendewaan terhadap rasio inilah sejarah hidup manusia mulai dibangun. Maka muncullah Nietzsche yang memperkarakan status rasio sebagai ukuran normatif. Rasio pun digantikan dengan hasrat, yaitu, will to power. Pada titik ini, Nietzsche adalah filsuf yang mengembalikan hasrat yang telah lama diabaikan dalam sejarah manusia.
Kemunculan kembali hasrat sebagai "anak hilang" dirayakan dalam filsafat postrukturalisme dan posmodernisme melalui filsuf-filsuf Nietzschean. Gilles Deleuze dan Félix Guattari adalah filsuf dan psikoanalis yang mengikuti jalur Nietzschean ini serta mengadili rasio dengan menghadirkan kembali hasrat ke dalam diskursus. Bagi Deleuze dan Guattari, hasrat ada di mana-mana. Hasrat tidak pernah benar-benar ditaklukkan. Kehadirannya pada realitas sosial dan diri tidak bisa direpresi. Pengebirian terhadap hasrat hanya akan menyuburkan kelahiran hasrat dalam jumlah yang lebih banyak lagi. Selain itu, hasrat didefinisikan sebagai mesin produktif yang selalu menghasilkan aliran aliran yang disebutnya sebagai aliran skizofrenik hasrat.
Dalam buku ini, Ino begitu panggilan akrab Agustinus Hartono mencoba menjelaskan terlebih dahulu akar pemikiran hasrat Deleuze dan Guattari yang dimulai dari Freud dan Lacan. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan latar belakang Deleuze dan Guattari serta konteks pemikiran mereka dalam posmodernisme. Setelah itu, satu per satu Ino menjelaskan berbagai konsep penting kedua pemikir radikal ini, seperti Mesin Hasrat, Tubuh Tanpa Organ, Subjek Skizold, Teritorialisasi, Deteritorialisasi dan Sejarah Penjinakan Hasrat. Buku ini pun dilengkapi dengan beberapa bagan yang akan memudahkan pembaca untuk memahami pemikiran Deleuze dan Guattari tentang genealogi hasrat. Inilah buku utuh pertama dalam bahasa Indonesia yang memaparkan pemikiran Deleuze dan Guattari yang belum banyak diulas dan dipahami oleh khalayak Indonesia. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






