
Text
T299- Pengambangan Bahan Baku Ekstrak Termurnikan Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) Dengan Peningkatan Kadar dan Kelarutan Brazilin (Feris Dzaky Ridwan Nafis; Prof. Dr. Sriwidodo, M.Si; Prof. Dr. rer. nat. Anis Yohana C., M.Si)
Brazilin merupakan senyawa golongan isoflavonoid dengan struktur yang terdiri dari dua cincin benzen, satu pyrone, dan satu five-membered ring. Pada ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20240033 T299 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil T299Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2023 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi T299Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Brazilin merupakan senyawa golongan isoflavonoid dengan struktur yang terdiri dari dua cincin benzen, satu pyrone, dan satu five-membered ring. Pada tanaman secang (Caesalpinisa sappan L.), brazilin merupakan senyawa utama, terutama pada bagian kayunya. Kayu secang yang diekstraksi dengan etanol 96% diketahui memiliki efek kelasi yang telah diuji pada tikus yang diinduksi dalam kondisi kelebihan besi, mampu menurunkan kadar besi dengan dosis efektif 200 mg/kg berat badan tikus. Efek kelasi ini disebabkan brazilin yang terkandung dalam kayu secang memiliki gugus katekol yang dapat mengikat atom besi. Namun, brazilin memiliki kelarutan yang kurang baik dalam air (bersifat lipofil dengan Log P +1,3) dan konsentrasinya dalam ekstrak masih rendah sehingga dibutuhkan konsumsi ekstrak dalam jumlah besar untuk mencapai dosis efektif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi dan kelarutan brazilin dalam ekstrak dengan cara proses pemurnian ekstrak dan pembentukan dispersi padat. Pemurnian ekstrak menggunakan metode ekstraksi cair-cair dengan gabungan pelarut n-heksan:etil asetat, pembentukan dispersi padat menggunakan metode solvent evaporation dengan perbandingan fraksi:PVP K-30 (1:0,25 ; 1:0,5 ; 1:0,75). Gabungan pelarut n-heksan:etil asetat yang menunjukan noda setara dengan baku standar adalah 5:5; 4:6; 3:7; 2:8; 1:9; 0:10. Hasil pengujian kadar brazilin fraksi tertinggi adalah gabungan pelarut n-heksan:etil asetat perbandingan 3:7 dengan nilai kadar 21,41 %. Kadar brazilin ini meningkat jika dibandingkan pada ekstrak etanol kayu secang yang hanya 15,60 %. Hasil pengujian kelarutan dengan angka lebih tinggi dibandingkan dengan fraksi murni adalah dispersi padat (fraksi:PVP K-30, 1:0,25) pada rentang 24; 48; dan 72 jam dengan angka kelarutan 333,32; 385,16; dan 400,00 µg/ml. Selain itu dispersi padat (fraksi:PVP K-30, 1:0,5) juga menghasilkan angka kelarutan lebih tinggi pada rentang 48 dan 72 jam dengan angka kelarutan 353,08 dan 391,85 µg/ml.
Kata kunci : Ekstrak kayu secang, brazilin, dispersi padat
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






