
Text
4514- Analisis Pola Penggunaan Obat Antidepresan dan Rasionalitasnya Pada Pasien Depresi Rawat Jalan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Selama Pandemi Covid-19 (Ratu Hanifa Fayza Dipadharma; Gofarana Wilar, Ph.D; Irma Melyani Puspitasari, M.T., Ph.D; Rima Fajarwati, S.Si)
Depresi merupakan gangguan mental yang paling umum terjadi dan telah mempengaruhi lebih dari 264 juta orang dari segala umur di seluruh dunia serta ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20240029 4514 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4514Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2022 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4514Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Depresi merupakan gangguan mental yang paling umum terjadi dan telah mempengaruhi lebih dari 264 juta orang dari segala umur di seluruh dunia serta menjadi salah satu penyebab utama kecacatan di seluruh dunia. Angka prevalensi global depresi meningkat hingga 8 kali lipat dari sekitar 3,44% menjadi 28% sejak terjadinya pandemi COVID-19. Peningkatan signifikan dalam prevalensi depresi yang terkait dengan COVID-19 dan konsumsi antidepresan menyebabkan peningkatan probabilitas peresepan dan penggunaan obat yang tidak rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat dan rasionalitasnya pada pasien depresi rawat jalan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung selama pandemi COVID-19 periode Maret 2020—Maret 2022 berdasarkan data rekam medik pasien yang dianalisis secara retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 61 sampel, golongan obat yang paling banyak digunakan adalah SSRI sebanyak 90,2% dengan jenis sertralin sebanyak 59,1%. Terdapat 55,74% pasien yang memiliki komorbid, dengan penyakit terbanyak ialah penyakit kardiovaskuler dan HIV masing-masing sebanyak 8,20%, diikuti oleh penyakit Lupus dan COVID-19 masing-masing sebanyak 6,56%. SSRI juga merupakan antidepresan paling banyak yang digunakan dalam kondisi komorbid. Berdasarkan analisis statistik menggunakan Fisher Exact, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemilihan golongan obat dengan jenis kelamin dan umur. Penggunaan dosis obat tidak memenuhi standar rasional berdasarkan metode WHO ATC/DDD karena nilai rasio PDD/DDD seluruh jenis obat kurang dari 1. Berdasarkan metode WHO/INRUD, penggunaan antidepresan telah rasional dengan memenuhi nilai standar indikator jumlah obat per resep (1,67), jumlah antidepresan per resep (1,00), persentase peresepan antidepresan generik (100%), dan persentase peresepan antidepresan berdasarkan Formularium Nasional (100%). Rekomendasi dari hasil penelitian ini ialah perlu ditingkatkannya pengawasan pemberian obat berdasarkan standar terapi dan kondisi klinis pasien dan dilakukannya evaluasi rasionalitas obat secara berkala.
Kata Kunci: antidepresan, depresi, pola penggunaan obat, rasionalitas, pandemi COVID-19, ATC/DDD, WHO/INRUD
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






