Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

T295- Analisis Efektivitas Biaya Terapi Febuxostat Dibandingkan Alopurinol Pada Pasien Gout di Indonesia Dengan Menggunakan Model Markov (Christiyanti Dewi; Neily Zakiyah, M.Sc., Ph.D; Prof. Irma Melyani Puspitasari, M.T., Ph.D)


Alopurinol merupakan obat terapi utama penurun asam urat yang merupakan golongan inhibitor xantin oksidase. Pilihan obat penurun asam urat lainnya ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20240027T295Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T295
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    T295
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Alopurinol merupakan obat terapi utama penurun asam urat yang merupakan golongan inhibitor xantin oksidase. Pilihan obat penurun asam urat lainnya adalah Febuxostat yang memiliki golongan obat yang sama dengan Alopurinol. Berdasarkan hasil studi metanalisis, Febuxostat diketahui lebih efektif dibandingkan dengan alopurinol dalam menurunkan kadar asam urat. Sejak tahun 2018 Febuxostat telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia untuk indikasi hiperurisemia kronik. Dalam penelitian ini, efektivitas biaya terapi Febuxostat dibandingkan dengan Alopurinol pada pasien gout di Indonesia. Model Markov dibangun untuk mengestimasikan biaya total, kualitas hidup, dan efektivitas biaya Febuxostat dibandingkan dengan Alopurinol dengan perspektif societal dan periode waktu 10 tahun dan life-time horizon. Parameter data efektivitas biaya diambil dari hasil uji klinik FACT dan CONFIRM, serta biaya terapi asam urat yang terkontrol dan tidak terkontrol di Indonesia. Incremental costeffectiveness ratio (ICER) per quality-adjusted life years (QALY) dihitung untuk menetapkan efektivitas biaya. Analisis deterministik dan probabilitas sensitivitas dilakukan untuk melihat dampak dari ketidakpastian dari parameter dalam model terhadap hasil. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Febuxostat lebih efektif biaya jika dibandingkan dengan Alopurinol dengan biaya total Rp.1.061.261.481.063 dan Rp. 837.853.744.591 dan total QALY 153.350 dan 150.999, yang menghasilkan ICER sebesar Rp. 138.346.507 dan Rp. 95.022.338. Berdasarkan batasan efektif biaya berdasarkan 1-3 kali GDP per kapita Indonesia, saat ini nilai tersebut dapat dikatakan efektif biaya. Faktor-faktor yang paling mempengaruhi efektivitas biaya adalah efektivitas Febuxostat dan Alopurinol, risiko mortalitas gout, biaya febuxostat, dan hilangnya produktivitas. Berdasarkan analisis probabilistik, Febuxostat dinilai memiliki biaya yang lebih tinggi dan QALY dibandingkan dengan Alopurinol dengan hasil efektif biaya 88,63% dari 10.000 iterasi. Febuxostat dapat dipertimbangkan sebagai pilihan terapi yang efektif biaya. Penelitian lebih lanjut yang menggunakan data kualitas hidup pasien gout di Indonesia diperlukan untuk penentuan pembuat kebijakan.
    Kata kunci: febuxostat, alopurinol, efektivitas biaya, model markov
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi