
Text
4508- Evaluasi Penggunaan Antibiotik Dengan Metode ATC/DDD dan DU 90% di Puskesmas Kota Bandung Sebelum dan Pada Masa Pandemi Covid-19 Periode 2019-2021 (Aida Rozanah; Dr. Eli Halimah, MS; Irma Melyani Puspitasari, M.T., Ph.D)
Penyakit infeksi masih menjadi salah satu masalah kesehatan terbanyak di Indonesia, terutama infeksi karena bakteri. Hal ini berdampak pada peresepan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20240022 4508 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4508Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2022 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4508Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Penyakit infeksi masih menjadi salah satu masalah kesehatan terbanyak di Indonesia, terutama infeksi karena bakteri. Hal ini berdampak pada peresepan antibiotik yang tinggi dan menyebabkan peningkatan kejadian resistensi antibiotik baik sebelum atau sesudah pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penggunaan Antibiotik menggunakan metode ATC/DDD dan DU 90% pada masa sebelum pandemi Covid-19 (2019) dan sesudah pandemi Covid-19 (2020 dan 2021). Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif analitik dengan pengambilan data retrospektif berupa data sekunder pada Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) dan Laporan Bulanan (LB 1). Data berasal dari LPLPO dan Lb 1 di 4 puskesmas di Kota Bandung sebelum dan pada masa pandemi. Metode penelitian dilakukan menggunakan perhitungan DDD (Defined Daily Dose) berdasarkan kode ATC (Anatomical Therapeutic Chemical) serta gambaran penggunakan antibiotik menggunakan segmentasi DU 90%. Hasil penelitian didapatkan bahwa terjadi perbedaan penggunaan antibiotik sebelum dan sesudah pandemi Covid-19, Nilai kuantitas tertinggi dalam satuan DDD/1000 KPRJ yaitu Amoksisilin 490,82 (2019), 1.017,01 (2020) dan 1.148,84 (2021). Kotrimoksazol 60,86 (2019), 76,39 (2020), dan 84,04 (2021). Isoniazid 300 mg 31,58 (2019), 15,72 (2020) dan 10,60 (2021). Azitromisin dengan jumlah 2,75 (2019), 664,08 (2020) dan 115,21 (2021). Antibiotik yang termasuk segmentasi DU90%, 2019; Amoksisilin (79,38%), Kotrimoksazol (7,29%), dan Isoniazid (5,40%). 2020; Amoksisilin (66,15%) dan Azitromisin (26,71%), 2021; Amoksisilin (82,00%), Azitromisin (7,88%) dan Kotrimoksazol (6,93%). Perlu dilakukan evaluasi berkala pada antibiotik yang masuk ke dalam DU 90%.
Kata Kunci : Antibiotik, ATC/DDD, DU 90%, Puskesmas
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






