
Text
4507- Aktivitas Antiinflamasi Lemna aequinoctialis Welw Pada Tikus Wistar Yang Diinduksi Karagenan (Riana Kamer; Prof. Dr. Jutti Levita, M.Si; Prof. Dr. Sri Adi Sumiwi, MS)
Anti-inflamasi nonsteroid bekerja melalui penghambatan siklooksigenase, namun dalam penggunaan jangka panjang obat ini dapat menyebabkan kerusakan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20240021 4507 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4507Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2023 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4507Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Anti-inflamasi nonsteroid bekerja melalui penghambatan siklooksigenase, namun dalam penggunaan jangka panjang obat ini dapat menyebabkan kerusakan lambung, karena sifat penghambatannya yang nonselektif, oleh karena itu pencarian kandidat anti-inflamasi dari bahan alam sangat menarik untuk dilakukan. Lemna sp. mengandung karotenoid (misalnya zeaxantin dan lutein), senyawa fenol (asam kafeat, asam isoferulat, asam sinapat, asam p-kumarat), dan fitosterol (kampesterol, stigmasterol, β-sitosterol). Metabolit-metabolit sekunder tersebut terbukti bersifat antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas, sehingga dapat mencegah kerusakan sel akibat stress oksidatif, dan menghambat ekspresi sitokin proinflamasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah Lemna aequinoctialis Welw yang telah terbukti memiliki aktivitas antioksidan, memiliki aktivitas anti-inflamasi melalui penurunan udema pada telapak kaki tikus Wistar yang diinduksi karagenan. Uji aktivitas anti-inflamasi menggunakan 5 kelompok tikus dipilih secara acak, setiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus. Kelompok kontrol negatif, kontrol positif, dan 3 kelompok ekstrak (100,200,dan 400mg/kgBB). Masing-masing diinduksi karagenan 1% secara subplantar dan volume udema diukur menggunakan plethysmometer air raksa pada jam ke 1, 2, 3, 4 dan 5. Data dianalisis secara statistik menggunakan spss ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase inhibisi radang kelompok kontrol positif dan kelompok EELA (dosis 100, 200, dan 400mg/kgBB) menunjukkan perbedaan bermakna dengan kontrol negatif dengan nilai persen inhibisi radang berturut-turut sebesar 61,16%, 52,05%, 45,21%, dan 26,68%. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol Lemna aequinoctialis Welw pada dosis 100, 200, dan 400 memiliki aktivitas anti-inflamasi.
Kata kunci: Anti-inflamasi, prostaglandin, siklooksigenase, lemna sp
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






