
Text
4501- Pengaruh Polimer PVP dan Eudragit Terhadap Penghambatan Reksristalisasi dari Alfa Mangostin Dalam Larutan Lewat Jenuh (Zahra Ganesya Citraloka; Arif Budiman, M.Si., Ph.D; Prof. Muchtaridi, Ph.D., M.Si)
Amorfisasi menjadi salah satu metode dalam meningkatkan kelarutan dan disolusi obat. Namun, obat dalam bentuk amorfnya cenderung menjadi tidak stabil ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20240015 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil -Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2022 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi NONETipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Amorfisasi menjadi salah satu metode dalam meningkatkan kelarutan dan disolusi obat. Namun, obat dalam bentuk amorfnya cenderung menjadi tidak stabil dan mudah mengalami rekristalisasi sehingga terjadi penurunan konsentrasi obat. Penggunaan polimer berperan penting dalam formulasi amorf dispersi padat (ASD), karena dapat menghambat nukleasi suatu obat di dalam air. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menguji penghambatan kristalisasi alfa-mangostin menggunakan polimer PVP (Polyvinylpyrrolidone) dan eudragit pada nukleasi pertumbuhan kristal serta mekanisme penghambatannya dalam larutan lewat jenuh. AM (Alfa-mangostin) digunakan sebagai model obat yang sukar larut dalam air, sedangkan PVP dan eudragit digunakan sebagai polimer yang diteliti kemampuannya dalam menghambat nukleasi dan pertumbuhan kristal alfa-mangostin. Beberapa pengujian seperti uji kelarutan alfa-mangostin, pengukuran waktu induksi nukleasi, uji viskositas, uji in silico, NMR dan FTIR dilakukan untuk melihat penghambatan kristalisasi alfa-mangostin serta interaksi yang terjadi antara alfa-mangsotin dengan polimer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alfa-mangostin dalam dapar memiliki kelarutan yang rendah yaitu sebesar 4,9 µg/mL. Pada saat nukleasi didapatkan bahwa PVP mampu menghambat kristalisasi dan mempertahankan AM pada kondisi lewat jenuh dalam jangka waktu 12 jam, sedangkan eudragit hanya dapat mempertahankan AM dalam keadaan lewat jenuh selama 15 menit dan setelahnya terjadi penurunan konsentrasi dari AM secara cepat. Interaksi yang terjadi antara AM dengan polimer dapat dilihat dari uji in silico yang mengungkapkan adanya ikatan hidrogen antara gugus karbonil dari AM dan gugus hidrokarbon dari PVP dan eudragit. Hasil tersebut sejalan dengan spektra FTIR yang menunjukkan terjadinya pergesaran akibat penambahan PVP dari 1627,63 cm-1 menjadi 1623,77 cm-1 yang diduga merupakan gugus karbonil dari AM. Interaksi tersebut juga diperjelas dalam hasil 1H-NMR yang menunjukkan puncak proton PVP mengalami pergeseran dengan adanya AM. Adanya interaksi tersebut, menunjukkan PVP dapat berinteraksi dengan AM dalam larutan lewat jenuh dan menekan mobilitas molekul AM. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa interaksi antara PVP dengan AM bersifat lebih kuat dibanding interaksi yang terjadi antara eudragit dengan AM, sehingga PVP dapat menekan mobilitas molekul alfa-mangostin dan menghambat kristalisasi alfa-mangostin dalam larutan lewat jenuh.
Kata kunci: Larutan lewat jenuh, amorf, kristalisasi, alfa-mangostin, PVP, eudragit
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






