Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4497- Pengaruh Peningkatan Skala Produksi Terhadap Kualitas Bahan Baku Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) (Annisa Nur Rahmayanti; Raden Bayu Indradi, M.Si; Dr. Yasmiwar Susilawati, M.Si)


Kayu secang (Caesalpinia sappan L.) merupakan tanaman obat yang dibudidayakan dan terdistribusi baik di daerah Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202400084497Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4497
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4497
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kayu secang (Caesalpinia sappan L.) merupakan tanaman obat yang dibudidayakan dan terdistribusi baik di daerah Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika. Tanaman secang mempunyai banyak kegunaan, diantaranya di bidang pengobatan sebagai antikanker, antivirus, antidiabetik, antiinflamasi, antioksidan, hingga bahan pewarna pada bidang industri.
    Hal ini menjadi peluang besar dalam mengembangkan ekstrak kayu secang menjadi produk obat bahan alam. Dalam proses pembuatan obat di industri, kapasitas produksi skala laboratorium tidak dapat memenuhi tingginya kebutuhan bahan baku, sehingga diperlukan proses peningkatan skala produksi.
    Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh peningkatan skala produksi terhadap kualitas bahan baku ekstrak etanol kayu secang yang dihasilkan pada masing-masing skala lab dan skala pilot. Parameter kualitas bahan baku ekstrak yang akan diperiksa diantaranya adalah uji organoleptik, pola kromatografi, penetapan kadar fenol total, kadar minyak atsiri, kadar air, kadar abu, cemaran mikroba, dan cemaran logam berat.
    Analisa data hasil pemeriksaan kualitas ekstrak etanol kayu secang skala lab dan skala pilot akan diuji menggunakan uji T independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kualitas kadar fenol total, kadar minyak atsiri, kadar air, dan kadar abu total yang ditunjukkan melalui hasil uji T independen.
    Pada pengujian cemaran mikroba dan logam berat juga terdapat perbedaan pada jumlah cemaran antara ekstrak skala lab dan skala pilot. Meskipun terdapat perbedaan yang signifikan pada beberapa parameter tersebut, namun seluruh hasil pemeriksaan kadar fenol total, kadar minyak atsiri, kadar air, kadar abu total, dan kadar abu tidak larut asam masih memenuhi ketentuan yang sudah tertera pada Farmakope Herbal Indonesia.
    Begitu pula pada pengujian cemaran mikroba dan logam berat, meskipun terdapat perbedaan, namun keseluruhan nilai cemaran mikroba dan logam berat pada kedua ekstrak masih memenuhi persyaratan pada SNI dan Peraturan BPOM.Kata kunci: Kayu Secang, Kualitas Ekstrak, Peningkatan Skala Produksi
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi