
Text
4494- Uji Fermeasi In Vitro dan Pengujian Fisik Gel Transetosom Simvastatin (Hasna Sania Amanah; Dr. Soraya Ratnawulan Mita, M.Si; Driyanti Rahayu, MT)
Simvastatin merupakan obat yang bekerja dengan cara menghambat aktivitas enzim HMG CoA Reduktase yang dapat menurunkan kadar LDL dan trigliserida ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20240003 4494 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4494Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2023 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4494Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Simvastatin merupakan obat yang bekerja dengan cara menghambat aktivitas enzim HMG CoA Reduktase yang dapat menurunkan kadar LDL dan trigliserida dalam darah serta meningkatkan kadar HDL. Simvastatin memiliki ketersediaan hayati yang rendah sebesar 5% dan tergolong ke dalam BCS Kelas II dengan sifat permeabilitas tinggi dan kelarutan dalam air yang rendah sehingga dibutuhkan jenis penghantaran lain selain oral untuk meningkatkan ketersediaan hayati dari simvastatin. Sediaan trasdermal dipilih berdasarkan sifat permeabilitas simvastatin yang baik. Sediaan transdermal memiliki keterbatasan dalam menembus membran stratum corneum sehingga dibutuhkan peningkat penetrasi salah satunya adalah transetosom. Transetosom merupakan bentuk dari ultra deformable vesikel yang memiliki tingkat penetrasi yang baik, tidak toksik, dan dapat diformulasikan kembali dalam bentuk gel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil uji permeasi, kinetika hasil uji permeasi, serta evaluasi fisik sediaan gel transetosom dan gel non-transetosom simvastatin pada penyimpanan suhu 4ºC dan 25ºC. Metode yang dilakukan meliputi pembuatan transetosom, pembuatan sediaan gel transetosom dan non transetosom simvastatin, pengujian permeasi menggunakan sel difusi franz, serta evaluasi fisik meliputi parameter pH, daya sebar, dan viskositas. Hasil uji permeasi menunjukkan terdapat pelepasan obat simvastatin dari sediaan gel transetosom dan gel non transetosom dengan profil yang serupa tetapi gel transetosom simvastatin memberikan pelepasan yang lebih besar daripada gel non transetosom simvastatin dengan total pelepasan obat 50,017% dalam waktu 6 jam. Hasil penentuan kinetika pelepasan obat gel transetosom simvastatin mengikuti model higuchi dengan nilai r2 sebesar 0.8717 sedangkan gel non transetosom simvastatin mengikuti kinetika pelepasan orde nol dengan nilai r2 sebesar 0,8271. Hasil evaluasi fisik sedian selama 90 hari menunjukkan terdapat perubahan pH, daya sebar, dan viskositas baik pada gel transetosom maupun gel non transetosom pada kedua suhu penyimpanan (4ºC dan 25ºC) tetapi perubahan yang terjadi masih berada dalam rentang kriteria penerimaan.
Kata kunci: simvastatin, transetosom, gel, permeasi
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






