Text
Kopra Makassar Perebutan Pusat dan Daerah: Kajian Sejarah Ekonomi Politik Regional di Indonesia
Pemerintah Belanda menguasai Makassar bukan hanya untuk kepentingan politis semata, tetapi lebih bernuansa ekonomi politik global, yaitu dengan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan P00155S 330.959 847 ASB k Tersedia P00156S 330.959 847 ASB k Tersedia P00157S 330.959 847 ASB k Tersedia P00158S 330.959 847 ASB k Tersedia P00159S 330.959 847 ASB k Tersedia FIB000708 330.959 847 ASB k Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Tersedia FIB000204 330.959 847 ASB k Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Tersedia FIB0006489 330.959 847 ASB k Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Tersedia FIB0006488 330.959 847 ASB k Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Tersedia -
Perpustakaan Fakultas Ilmu BudayaJudul Seri -No. Panggil 330.959 847 ASB kPenerbit Yayasan Obor Indonesia : JAKARTA., 2007 Deskripsi Fisik xiii, 318 hlm; ilus., ind., biblio; 23 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 979-461-634-6Klasifikasi 330.959 847Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi 1Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Pemerintah Belanda menguasai Makassar bukan hanya untuk kepentingan politis semata, tetapi lebih bernuansa ekonomi politik global, yaitu dengan mengimbangi laju monopoli Inggris yang berpangkalan di Singapura. Itulah sebabnya kontrol Makassar semakin penting, bukan saja dalam menguasai pelabuhan, tetapi juga bagaimana Makassar masuk dalam jaringan pasaran kopra dunia. Masuknya Makassar dalam pasaran dunia membawa ekonomi di Indonesia bagian Timur terintegrasi secara regional. Depresi ekonomi dunia di tahun 1930-an membawa nilai ekspor kopra Makassar menurun. Peran Pemerintah Belanda semakin kuat, bahkan kebijakan tersebut berlanjut sampai tahun 1950-an. Kontrol politik terhadap ekonomi semakin kuat, sehingga masalah ekonomi mencuat menjadi masalah politik. Penerbitan buku ini menjadikan historiografi Indonesia bertambah kaya. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






