
Text
4492- Aktivitas Produk Bahari Indonesia Terhadap Enzim Phosphatidyl-myo-Inositol Mannosyltransferase Mycobacterium tuberculosis Melalui Pemodelan Farmakofor dan Simulasi Dinamika Molekular (Shafa Fitri Khairunnisa; Dr. Sandra Megantara, M.Farm; Dr. Dian Ayu Eka Pitaloka, M.Si)
Tuberkulosis (TB) resisten obat menjadi ancaman paling genting dalam pengendalian penyakit infeksi ini secara global. Hal tersebut mendesak penemuan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20230219 4492 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4492Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2023 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4492Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Tuberkulosis (TB) resisten obat menjadi ancaman paling genting dalam pengendalian penyakit infeksi ini secara global. Hal tersebut mendesak penemuan obat baru dengan target terapi baru. Faktor virulensi Mycobacterium tuberculosis (Mtb) sangat dipengaruhi oleh struktur dinding selnya yang kokoh, dan menjadikannya sebagai target terapi potensial. Phosphatidyl-myo-Inositol Mannosyl Transferase (PimA) merupakan enzim yang berperan penting dalam pembentukan dinding sel Mtb, sehingga dapat dijadikan target terapi baru dalam pengobatan TB. Pada penelitian ini, 3 produk alami laut Indonesia; Honulactone B174, Desulfohaplosamate 217, dan Hyrtiosulawesine 344, diuji aktivitasnya terhadap enzim PimA melalui pendekatan komputasional pemodelan farmakofor dan simulasi dinamika molekuler. Analisis Root Mean Square Deviation (RMSD), Root Mean Square Fluctuation (RMSF), Solvent-Accessible Surface Area (SASA), dan Radius of Gyration (Rg) digunakan untuk menentukan produk alami laut yang memiliki potensi aktivitas paling baik terhadap enzim PimA, ditinjau dari stabilitas kompleks ligan-reseptor. Prediksi profil farmakokinetika, toksisitas, dan drug-likeness juga dilakukan untuk melihat potensi ketiga ligan uji sebagai kandidat obat baru, yang ditinjau dari fitur strukturnya. Penelitian menunjukkan bahwa Honulactone B174 memiliki profil farmakokinetika paling baik, sedangkan fitur farmakofor paling baik dimiliki oleh Hyrtiosulawesine 344. Simulasi dinamika molekuler mengungkap stabilitas interaksi paling baik dimiliki oleh Desulfohaplosamate 217.
Kata kunci: Tuberkulosis, PimA, pemodelan farmakofor, simulasi dinamika molekuler
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






