Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

D57- Studi Kelarutan dan Disolusi Nanoconfined Coamorphous Etil Para Metoksisinamat (EPMS) Asal Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) (Revika Rachmaniar; Prof. Taofik Rusdiana, Ph.D; Prof. Dr. Dolih Gozali, MS; Prof. Dr. Eng. Camellia Panataria, M.Si)


Nanoconfined coamorphous (NCA) adalah koamorf yang dibentuk dari pemuatan kokristal atau binary system (obat/zat aktif farmasi/active pharmaceutical ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20230218D57Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    D57
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    D57
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Nanoconfined coamorphous (NCA) adalah koamorf yang dibentuk dari pemuatan kokristal atau binary system (obat/zat aktif farmasi/active pharmaceutical ingredient (API) dan koformer) ke dalam mesopori. NCA mampu meningkatkan kelarutan dan disolusi obat. Etil p-metoksisinamat (EPMS) yang berasal dari rimpang kencur (Kaempferia galanga L) merupakan senyawa ester yang praktis tidak larut dalam air. Pada penelitian ini dirancang NCA EPMS untuk meningkatkan kelarutan dalam air, disolusi, dan stabilitas EPMS. Pemeriksaan fisikokimia dilakukan terhadap EPMS dengan bantuan instrumen X-ray diffractometry (XRD), Spektrofotometer fourier transform-Infrared (FT-IR), Spektrometer Nuclear magnetic resonance (NMR), scanning electron microscopy (SEM), Thermogravimetry-differential thermal analysis (TG-DTA), dan Gas chromatography-mass spectrum (GC-MS). Kelarutan EPMS dalam air, disolusi EPMS dalam cairan simulasi gastrointestinal, dan stabilitas fisik pun dievaluasi. Binary system EPMS terlebih dahulu dibentuk menggunakan metode penguapan pelarut (Solvent evaporation/SE), grinding (GD), dan melt-quenching (MQ). Koformer yang digunakan untuk membuat binary system adalah arginin HCl, leusin, sistein, asam benzoat, asam sitrat, asam tartrat, asam oksalat, aspartam, urea, dan nikotinamida. Perbandingan stoikiometri EPMS dan koformer adalah 1:1. Binary system yang menghasilkan kelarutan EPMS dalam air yang tinggi adalah SE EPMS-Nikotinamida, MQ EPMS-Nikotinamida, dan SE EPMS-Asam Oksalat. Ketiga binary system ini dimuat ke dalam EPMS dan menghasilkan NCA SE EPMS-nikotinamida, NCA MQ EPMS-Nikotinamida, NCA SE EPMS-Asam Oksalat. EPMS-Nikotinamida dan EPMS-Asam Oksalat tanpa preparasi dimuat juga ke dalam MSN dan menghasilkan NCA EPMS-nikotinamida dan NCA EPMS-Asam Oksalat. EPMS dimuat ke dalam MSN dan menghasilkan amorf EPMS. Karakterisasi sifat fisik amorf dan NCA EPMS dilakukan dengan bantuan SEM, XRD, FT-IR, TG-DTA, particle size analyzer - zeta sizer (PSA - zeta sizer), dan Brunauer–Emmett–Teller (BET). Uji kapasitas pemuatan dan efisiensi pemuatan EPMS, uji kelarutan dalam air, uji disolusi partikulat, dan uji stabilitas dalam climatic chamber pada suhu 40oC±2oC dengan kelembaban 75% RH±5% selama 3 bulan dilakukan. Hasil menunjukkan amorf dan NCA EPMS mengalami penurunan kristalinitas. Spektrum FT-IR amorf dan NCA EPMS menunjukkan interaksi antara Si-OH dan EPMS/Koformer. Luas permukaan, volume pori, dan ukuran pori amorf dan NCA EPMS lebih besar dibandingkan MSN. Kelarutan dan disolusi NCA EPMS lebih tinggi dibandingkan EPMS dan amorf EPMS. NCA EPMS-Asam oksalat menunjukkan hasil terbaik. Kelarutan NCA EPMS-Asam oksalat meningkat 2,003 kali dibandingkan EPMS. Disolusi NCA EPMS-Asam Oksalat meningkat pada menit ke-5 dalam HCl 0,1 N, dapar asetat pH 4,5, dan dapar fosfat pH 6,8 secara berturut-turut sebesar 54,642; 61,407; 55,947 kali dibandingkan EPMS. Berdasarkan SEM, NCA EPMS-Asam Oksalat berbentuk tidak teratur dan ukuran variatif. Hal ini sejalan dengan data PSA dan potensial zeta, yaitu ukuran partikel sebesar 1301,3±350,6 nm dengan indeks polidispersitas 0,859 dan potensial zeta -23,2 mV. Uji stabilitas menunjukkan EPMS mengalami penurunan kristalinitas secara signifikan. NCA EPMS menunjukkan perubahan kristalinitas, tetapi tidak signifikan. Energi ikatan EPMS, Amorf, dan NCA EPMS mengalami penurunan. Kadar EPMS mengalami penurunan, sedangkan kadar EPMS pada amorf dan NCA EPMS masih menunjukkan fluktuasi. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa EPMS berhasil dibentuk NCA menggunakan koformer nikotinamida dan asam oksalat. NCA EPMS mengalami peningkatan kelarutan dalam air dan disolusi dalam media simulasi gastrointestinal. Suhu dan kelembaban masih mempengaruhi stabilitas NCA EPMS, tetapi tidak secara signifikan.

    Kata Kunci: Etil p-metoksisinamat, Nanoconfined Coamorphous, Asam Oksalat, Kelarutan, Disolusi, Stabilitas
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi