
Text
4487- Polimorfisme Gen ABCB1 C3435T Pada Pasien Kanker Paru Karsinoma Bukan Sel Kecil di RS. Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung (Hasna Khairunissa; Raden Maya Febriyanti, M.Farm., Ph.D; Prof. Dr. Med.Sc. Melisa Intan Barliana)
Kanker Paru Karsinoma Bukan Sel Kecil (KPKBSK) memiliki tingkat insidensi dan angka kematian yang tinggi, serta angka kelangsungan hidup yang rendah ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20230213 4487 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4487Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2023 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4487Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Kanker Paru Karsinoma Bukan Sel Kecil (KPKBSK) memiliki tingkat insidensi dan angka kematian yang tinggi, serta angka kelangsungan hidup yang rendah akibat keterlambatan diagnosis dan terapi yang kurang optimal. Platinum sebagai regimen lini pertama untuk kemoterapi pada KPKBSK memiliki variasi efektivitas. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan respon individu terhadap agen kemoterapi, yang dapat dipengaruhi oleh polimorfisme gen, salah satunya adalah ABCB1 C3435T. Namun, studi yang berkaitan masih kurang memadai sehingga dilakukan penelitian mengenai Polimorfisme Gen ABCB1 C3435T pada Pasien KPKBSK. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional, yang dilakukan pada subjek pasien KPKBSK di RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung, melalui tahap pengajuan surat izin etik dan penelitian, pengumpulan sampel, perancangan primer, isolasi DNA, optimasi PCR, identifikasi genotip dengan metode T-ARMS PCR, visualisasi dengan elektroforesis gel, dan pengolahan data. Hasilnya, distribusi frekuensi genotip ABCB1 C3435T pada 71 pasien KPKBSK adalah 15 pasien CC (21%), 47 pasien CT (66 %), dan 9 pasien genotip TT (13%).
Kata kunci : Polimorfisme gen, ABCB1 C3435T, KPKBSK
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






