
Text
4483- Toksisitas Subkronis Ekstrak Herba Ciplukan (Physalis angulata L.) Pada Tikus Putih Galur Wistar (Esa Balqis Salsabila; Dr. Rini Hendriani, M.Si; Dr. Ade Zuhrotun, M.Si)
Herba ciplukan (Physalis angulata L.). memiliki aktivitas sebagai antioksidan, anti-inflamasi, antiproliferatif, antiangiogenesis, antifibrosis dan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20230204 4483 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4483Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2022 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4483Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Herba ciplukan (Physalis angulata L.). memiliki aktivitas sebagai antioksidan, anti-inflamasi, antiproliferatif, antiangiogenesis, antifibrosis dan antikanker. Namun hingga saat ini belum dilakukan uji keamanan sebagai obat herbal. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah agar dapat menjamin keamanan ciplukan dan mengetahui efek toksik yang dihasilkan setelah pemberian ekstrak herba ciplukan. Metode penelitian ini dilakukan sebagai penelitian lanjutan untuk mengetahui gambaran toksisitas jangka menengah dari penggunaan ekstrak ciplukan selama 90 hari dan mengetahui efek tertunda yang bersifat reversibel di hari ke 120 terhadap parameter biokimia darah, hematologi, urinalisis, indeks organ, serta histopatologi organ. Hewan uji yang digunakan pada penelitian ini adalah tikus putih galur Wistar berjenis kelamin jantan dan betina. Kelompok uji terdiri dari 6 kelompok yaitu kelompok kontrol, dosis 20, 450, 1000 mg/kgBB, satelit kontrol, dan satelit 1000 mg/kgBB pada masing-masing jenis kelamin. Dari seluruh parameter pengujian terdapat beberapa parameter yang secara signifikan dipengaruhi oleh pemberian sediaan uji, diantaranya bobot badan kelompok satelit dosis 1000 mg/kgBB tikus jantan, kadar hematokrit tikus jantan, dan kadar kolesterol pada tikus betina. Pemberian dosis uji dibawah 450 mg/kgBB tikus secara berulang selama 90 hari dapat dikatakan aman karena tidak menimbulkan efek toksik yang signifikan hingga menimbulkan kematian.
Kata Kunci: ekstrak ciplukan, in-vivo, toksisitas subkronik
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






