Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4482- Aktivitas Penghambatan Alfa-Amilase Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera), Daun Sirsak (Annona muricata), dan Herba Ciplukan (Physalis angulate) (Akhyatun Nisa; Raden Maya Febriyanti, M.Farm., Ph.D; Intan Timur Maisyarah, M.Si., Ph.D)


Prevalensi DM di Indonesia menempati urutan ke-7 tertinggi di dunia. Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang berkontribusi besar ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202302034482Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4482
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4482
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Prevalensi DM di Indonesia menempati urutan ke-7 tertinggi di dunia. Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang berkontribusi besar terhadap prevalensi kasus DM dunia. Provinsi Jawa Barat berada pada peringkat ke-18 kasus DM dengan prevalensi 1,8% dari total populasi. Semakin buruknya gaya hidup masyarakat merupakan alasan utama penyebab kenaikan prevalensi tersebut. Melanjutkan penelitian sebelumnya terkait pendekatan Leiden Ethnosystem Approach yang telah dilakukan di Kabupaten Bandung, bagian barat Tatar Sunda Pulau Jawa, telah diperoleh 20 tanaman yang sering digunakan masyarakat untuk pengobatan diabetes. Dari ke-20 tanaman tersebut dipilih tiga tanaman meliputi daun sirsak, daun kelor, dan herba ciplukan yang diketahui kandungan flavonoid dan fenolnya berpotensi menghambat aktivitas α-amilase sehingga proses pemecahan polisakarida menjadi monosakarida dalam darah terhambat. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk melihat aktivitas penghambatan ekstrak etanol daun sirsak, daun kelor, dan herba ciplukan melalui nilai persen inhibisi terhadap enzim α-amilase yang dilakukan secara in vitro. Metode penelitian meliputi ekstraksi senyawa melalui metode maserasi, identifikasi senyawa kandungan kimia melalui skrining fitokimia, pengujian aktivitas penghambatan enzim α-amilase dengan menggunakan diabetadex sebagai standar, serta penentuan kadar flavonoid dan fenol total. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai persen inhibisi terbaik diberikan oleh ekstrak etanol daun sirsak sebesar 19,226%. Hasil penentuan kadar fenol dan flavonoid untuk ekstrak daun sirsak adalah 18,968±0.006 mGAE/g dan 53,058±0.002 mgQE/g.
    Kata Kunci : Daun sirsak, diabetadex, α-amilase, DM
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi