Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

T288- Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tenaga Kesehatan Dalam Manajemen Efek Samping Obat Tuberkulosis di Puskesmas Provinsi Jawa Barat (Oneng Ifayani; Ivan Surya Pradipta, S.Si., M.Sc., Ph.D; Prof. Irma Melyani Puspitasari, Ph.D)


Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia. Berbagai efek samping sering muncul selama pengobatan sehingga perlu ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20230201T288Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T288
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    T288
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia. Berbagai efek samping sering muncul selama pengobatan sehingga perlu adanya manajemen efek samping obat untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran tingkat penatalaksanaan maupun pelaporan efek samping obat TB serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya.
    Metode: Studi cross-sectional dilakukan dari Maret hingga April 2023 pada tenaga kesehatan puskesmas di wilayah jawa barat. Penelitian ini melibatkan 1.131 responden dari 708 puskesmas dengan menggunakan teknik convenience sampling. Kuesioner untuk pengumpulan data dikembangkan dari kerangaka teori Flottorp, et al, 2013 yang meliputi tujuh faktor antara lain: faktor pedoman, faktor individual, faktor pasien, faktor insentif dan sumber daya, faktor interaksi professional, faktor kapasitas untuk perubahan organisasi dan faktor regulasi. Analisis regresi logistik digunakan untuk analisis multivariat.
    Hasil: Validasi kuesioner terhadap 49 item pertanyaan dinyatakan valid dengan nilai r hitung >0,1432 dan reliabel dengan nilai Cronbach Alpha >0,60. Responden pada penelitian ini meliputi: Dokter umum 109(9,6%), Perawat 492(43,5%), Apoteker 280(24,8%), Bidan 15(1,3%), Kesehatan masyarakat 5(0,4%), Ahli teknologi laboratorium medik 10(0,9%), Tenaga teknis kefarmasian 217(19,2%) dan terapis gigi dan mulut 3(0,3%). Sebanyak 86% responden menyatakan telah melakukan penatalaksanaan efek samping obat TB dan hanya 42,8% responden yang melakukan pelaporan. Faktor pedoman: aksesibilitas pedoman (OR 1,84; 95% CI 1,08– 3,13) dan implementasi pedoman (OR 3,96; 95% CI 2,30– 6,83); Faktor profesional kesehatan: pengetahuan efek samping obat TB (OR 1,86; 95% CI 1,20 – 2,87); Faktor interaksi professional: interaksi antar tenaga kesehatan (OR 2,19; 95% CI 1,42 – 3,37) dan interaksi antar fasilitas kesehatan (OR 4,10; 95% CI 1,93 – 8,74) dan Tenaga kesehatan: tim pengelola program TB (OR 3,40; 95% CI 2,04 – 5,68) secara signifikan berpengaruh terhadap praktik penatalaksanaan efek samping obat TB. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan dengan praktik pelaporan meliputi: Faktor pedoman: sosialisasi pedoman (OR 1,98; 95% CI 1,39 – 2,82), Faktor profesional kesehatan: pengetahuan sistem pelaporan (OR 1,49; 95% CI 1,06 – 2,09) dan sikap terhadap kemampuan melakukan pelaporan ( OR 1,72; 95% CI 1,13 – 2,64), Faktor interaksi profesional: interaksi antar tenaga kesehatan (OR 1,79; 95% CI 1,26 – 2,54) dan interaksi antar instansi terkait (OR 1,89; 95% CI 1,33 – 2,70), Faktor insentif dan sumber daya: pelatihan (OR 1,80; 95% CI 1,12 – 2,91) dan keberadaan formulir pelaporan (OR 2,11; 95% CI 1,37 – 3,25); dan Jenis profesi.
    Kesimpulan: Praktik pelaporan efek samping obat TB di puskesmas masih rendah sehingga perlu adanya sosialisasi mengenai praktik pelaporan, pemberian pelatihan dan penyediaan fasilitas perlu dipertimbangkan sehingga memungkinkan dapat meningkatkan inisiatif professional kesehatan dalam manajemen efek samping obat TB khususnya dalam praktik pelaporan efek samping obat TB.
    Kata kunci: manajemen efek samping obat, tuberkulosis, tenaga Kesehatan, puskesmas.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi