
Text
D51- Pengembangan Film Hidrogel Berbasis Polisakarida Ulvan dari Alga Hijau (Ulva lactuca Linn.) Untuk Pengobatan Luka Bakar Derajat Dua (Evi Sulastri; Prof. Nasrul Wathoni, M.Si., Ph.D; dr. Ronny Lesmana, M.Kes., AIFO., Ph.D; Prof. M. Sulaiman Zubair, S.Si., M.Si., Ph.D)
Ulvan merupakan polisakarida bersulfat dari alga hijau yang dapat berperan sebagai biomaterial alami dan diyakini memiliki potensi besar untuk ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20230198 D51 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil D51Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2022 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi D51Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Ulvan merupakan polisakarida bersulfat dari alga hijau yang dapat berperan sebagai biomaterial alami dan diyakini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai biomaterial aktif dalam pengobatan luka. Material ini juga belum pernah diteliti terkait sediaan film hidrogel untuk pengobatan luka bakar. Dibandingkan dengan polisakarida yang berasal dari rumput laut lainnya seperti alginat dan fukoidan dari rumput laut coklat dan karagenan dari rumput laut merah, ulvan memiliki struktur unik yang kaya L-rhamnosa. Polisakarida yang kaya akan senyawa rhamnosa menunjukkan stimulasi terhadap proliferasi sel dan biosintesis kolagen. Selain itu, D-asam glukoronat dan unit epimernya (L-asam iduronik), memiliki kemiripan struktur dengan glikosaminoglikan (GAG) pada mamalia yang ditemukan di extracellular matrix (ECM) kulit manusia seperti kondroitin sulfat, heparan sulfat, dermatan sulfat dan asam hialuronat. GAG berperan penting pada regulasi selular yang dikaitkan dengan pengobatan luka. Ulvan juga dilaporkan memiliki efek antiinflamasi, antimikroba dan antioksidan sehingga menjadi dukungan yang sangat baik dalam mempercepat penyembuhan luka. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk 1) Ekstraksi dan karakterisasi polisakarida ulvan dari alga hijau Ulva lactuca Linn., 2) Evaluasi pembalut luka (wound dressing) film hidrogel ulvan (UHF) serta menentukan aktivitas antibakteri dan antioksidan secara in vitro, 3) melakukan formulasi film hidrogel ulvan/perak nanopartikel (UHF-AgNP) dan evaluasi karakteristik fisiko-kimianya, dan 4) menentukan aktivitas pengobatan luka bakar derajat dua dari sediaan film hidrogel ulvan secara in vivo. Penelitian diawali dengan ekstraksi ulvan dari alga hijau Ulva lactuca dan karakterisasi ulvan hasil ekstraksi. Selanjutnya ulvan diformulasi ke dalam bentuk sediaan pembalut luka film hidrogel menggunakan asam borat sebagai pengikat silang dan gliserol sebagai plasticizer dengan metode pencampuran fisik sederhana. Untuk menilai efektivitas sediaan maka dilakukan evaluasi yang meliputi: pengukuran ketebalan, analisa X-Ray Difractometry (XRD), Thermogravimetric Analysis/ Differential Scanning Colorimetry (TGA/DSC), Scanning Electron Microscopy (SEM), Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR), kemampuan mengembang, sifat mekanik, laju transmisi uap air, uji aktivitas antibakteri dan antioksidan secara in vitro. Di samping itu, pengembangan formula ulvan sebagai biomaterial penghantaran obat juga dilakukan dengan penambahan zat aktif nanopartikel perak pada sediaan film hidrogel. Sediaan juga dievaluasi untuk menentukan kemampuannya sebagai pembalut luka yang meliputi: ketebalan, viskositas, kemampuan mengembang,WVTR, ukuran partikel, zeta potensial, spektrum FTIR, pola XRD dan aktivitas antimikrobanya Tahap akhir penelitian dilakukan studi in vivo pada luka bakar derajat dua untuk menilai efektivitas sediaan terhadap pengobatan luka bakar derajat dua. Hasil ekstraksi alga hijau dengan teknik kombinasi asam-enzimatik telah dikonfirmasi melalui karakterisasi yang dilakukan meliputi: analisa komposisi kimia, FTIR, dan (13C and 1H) Nuclear Magnetic Resonance (NMR) yang menunjukkan bahwa telah diperoleh ulvan (β-d-glucuronic acid-(1,4)- α-l-rhamnose-3-sulfate) yang selanjutnya dibuat dalam bentuk sediaan film hidrogel untuk menilai potensi polisakarida ini sebagai material pembalut luka. Formulasi pembalut luka film hidrogel ulvan dengan variasi konsentrasi ulvan (5 %, 7,5 % dan 10%) dan crosslinking asam borat menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi ulvan dalam formula mempengaruhi karakteristik film hidrogel. Semakin tinggi konsentrasi ulvan dalam sediaan, semakin tinggi viskositas, kemampuan mengembang, mengikat air, nilai Water vapor transmission rate (WVTR), aktivitas antioksidan dan antimikrobanya. Sediaan UHF memiliki kemampuan dalam mengikat radikal hidroksil dan menghambat bakteri (Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli, dan Staphylococcus epidermidis). Formula UHF10 direkomendasikan sebagai formula paling optimal dibandingkan dengan yang lain berdasarkan karakteristik film yang dihasilkan. Derajat pengembangan UHF10 menunjukkan pengembangan yang lebih besar dibandingkan dengan yang lain serta kekuatan tarik dan perpanjangan masing-masing sebesar 2,62 N/mm2 dan 17,66%. Kadar air dan nilai WVTR masing-masing adalah 18,4% dan 1856 g/m2/24h. Sementara itu analisa SEM menunjukkan struktur yang porous. Selain itu, UHF10 menunjukkan aksi antioksidan dan antimikroba yang lebih tinggi dibandingkan formula lainnya. Sifat-sifat tersebut menunjukkan bahwa UHF10 memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menyerap cairan luka untuk mencegah luka dari akumulasi eksudat. Akan tetapi, tetap dapat mempertahankan lingkungan yang lembab pada luka. Sejalan dengan hasil formulasi dan evaluasi sediaan pembalut luka film hidrogel ulvan, pengembangan formula UHF-AgNP juga menunjukkan potensi sebagai sediaan pembalut luka berdasarkan evaluasi kemampuan mengembang, mengikat air, WVTR, ukuran partikel, zeta potensial, spektrum FTIR, pola XRD dan aktivitas antimikrobanya. Hasil studi in vivo menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara film UHF dan UHF-AgNP dengan kontrol negatif pada pengamatan penutupan luka bakar selama 21 hari menggunakan model hewan tikus. Sehingga dapat disimpulkan sediaan pembalut luka UHF dan UHF-AgNP memiliki kemampuan dalam mempercepat penyembuhan luka bakar derajat dua.
Kata kunci: alga hijau, ulvan, film hidrogel ulvan, perak nanopartikel, pembalut luka, luka bakar
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






