Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4475- Efek Dosis Tunggal Ekstrak Etanol Kaempferia galanga L. Terhadap Kulit, Bobot Organ Relatif, Makropatologi Organ, Histopatologi, dan Darah Kelinci Albino Jantan (Tresnafuty Rasyiida Diina; Prof. Dr. Jutti Levita, M.Si; Dr. drg. Indah Suasani W., Sp.PM. (K); Dr. Aziiz Mardanarian Rosdianto, S.Kep., Ners., M.H.(Kes)., M.asi., AIF)


Kencur (Kaempferia galanga L.) merupakan salah satu jenis tanaman yang secara empiris telah digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai obat ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202301914475Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4475
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4475
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kencur (Kaempferia galanga L.) merupakan salah satu jenis tanaman yang secara empiris telah digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional. Tanaman ini memiliki berbagai aktivitas farmakologi termasuk antiinflamasi. Ekstrak etanol K. galanga L. (EEKG) diketahui mengandung senyawa yang berperan sebagai antiinflamasi yakni etil para-metoksisinamat dan kaempferol sehingga menarik untuk dikembangkan menjadi obat herbal terstandar. Obat tradisional yang akan diedarkan harus memenuhi persyaratan kualitas (quality), kemanjuran (efficacy), serta keamanan (safety). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kematian yang terjadi akibat pemberian dosis 200 mg/kgBB EEKG pada rute dermal, efek dosis 200 mg/kgBB EEKG terhadap kulit, bobot organ relatif, makropatologi organ, histopatologi, dan darah kelinci albino jantan. EEKG dosis tunggal 200 mg/kgBB dioleskan pada kulit dorsal kelinci albino New Zealand jantan, kemudian diamati selama 14 hari, dibandingkan terhadap kelompok kontrol normal yang hanya dioles air suling. Dilakukan pengamatan pada kulit, bobot organ relatif, penilaian klinis, histopatologi, hematologi, dan kematian. Hasil uji dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS. Pada hari ke-15 semua hewan uji dikorbankan serta diamati kulitnya secara mikroskopis. Pemberian EEKG dosis 200 mg/kgBB diketahui menimbulkan iritasi ringan pada kulit namun tidak menimbulkan gejala toksisitas dan kematian. EEKG dosis 200 mg/kgBB tidak menyebabkan perubahan bobot organ relatif yang signifikan, tidak bersifat toksik yang berdampak pada makropatologi organ dan histopatologi otak, namun ditemukan infiltrasi sel inflamasi pada histopatologi kulit. Profil hematologi kelinci uji tidak menunjukkan abnormalitas. Penelitian ini menunjukkan bahwa EEKG dosis 200 mg/kgBB tergolong relatif aman digunakan sebagai obat topikal.
    Kata kunci: Kaempferia galanga, efek dosis tunggal, keamanan obat topikal
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi