Text
Kajian Budaya Feminis : TUBUH, SASTRA, dan BUDAYA POP
FEMINIS mengenal slogan the personal is political. Tidak ada segala sesuatu kilakukangang bukan merupakan "negosiasi politik". Tetapi lebih dari itu ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan P00101S 306.4 PRA k Tersedia -
Perpustakaan Fakultas Ilmu BudayaJudul Seri -No. Panggil 306.4 PRA kPenerbit JALASUTRA : YOGYAKARTA., 2006 Deskripsi Fisik xlvii + 468 hlm.; 15 x 21 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 979-3684-55-0Klasifikasi 306.4Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi 1st edSubyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Aquarini Priyatna Prabasmoro -
FEMINIS mengenal slogan the personal is political. Tidak ada segala sesuatu kilakukangang bukan merupakan "negosiasi politik". Tetapi lebih dari itu semua, mungkin the personal is political pertama-tama karena the personal is cultural. Pertanyaannya: Apakah sesungguhnya kita mempunyai sesuatu yang sungguh-sungguh "personal" atau "individual" atau "natural"? Adakah sesuatu yang menjadi atribut diri kita yang bukan merupakan bentukan?
Tindak autobiografis bagi seorang feminis bukan semata-mata menyenangkan diri atau memuji-muji diri. Genre "awal" autobiografi memang merupakan tulisan yang "mempahlawankan sang penulis/narator (karena narator adalah corong penulis dan keduanya sangat dekat dan saling merepresentasi). Buku ini sebagian besar ditulis secara autobiografis, dengan "saya" sebagai subjek dan objek tulisan. "Saya" sebagai seorang perempuan yang berusaha menamai proses hidupnya sebagai perempuan yang feminis, yang ibu, yang istri, yang dosen, yang mahasiswa, yang orang sunda/ banten/jawa, yang mempunyai beragam latar belakang personal dan kultural. "Saya" sebagai perempuan yang mengalami menstruasi, kehamilan, dan menyusui.
INILAH buku kedua Aquarini setelah Becoming White. Berisi dua puluh lima esai yang mendiskusikan persoalan-persoalan berkaitan dengan perempuan. Tema utama kumpulan esai ini adalah Wacana Feminis, Tubuh Fantastis Perempuan, Membaca Sastra, dan Budaya Pop. Pembaca yang tertarik pada wacana feminis akan dengan mudah memahami isu-isunya karena Aquarini selalu mengaitkannya dengan pengalaman sehari-hari, Aquarini pun selalu berusaha untuk meluruskan persepsi yang tidak tepat mengenai feminisme sambil memperteguh posisinya. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






