Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4469- Uji Aktivitas Antimalaria Fraksi Daun Perepat (Sonneratia alba) Pada Mencit Yang Diinfeksi Plasmodium berghei (Dinda Wulandari; Prof. Dr. rer. nat. Muhaimin, M.Si; Gofarana Wilar, Ph.D; Mayang Kusuma Dewi, M.Farm)


Hingga saat ini, malaria masih menjadi masalah kesehatan yang utama, khususnya di negara-negara tropik termasuk Indonesia. Berbagai usaha masih ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202301854469Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4469
    Penerbit Fakultas Fasrmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4469
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Hingga saat ini, malaria masih menjadi masalah kesehatan yang utama, khususnya di negara-negara tropik termasuk Indonesia. Berbagai usaha masih dilakukan untuk memberantas malaria, tetapi prevalensinya masih tetap tinggi di berbagai tempat. Adanya resistensi parasit terhadap obat malaria menjadi salah satu penyebab dari masalah ini. Oleh karena itu, perlu dicari alternatif pengobatan lain yang efektif, aman, harganya murah, dan mudah didapat. Pada penelitian ini digunakan tumbuhan perepat (Sonneratia alba) sebagai salah satu tumbuhan obat yang memiliki aktivitas antimalaria. Penelitian terdahulu telah membuktikan bahwa ekstrak etanol dari daun perepat memiliki aktivitas antimalaria. Penelitian kali ini dilanjutkan dengan menggunakan berbagai fraksi dari daun perepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat aktivitas antimalaria dari masing-masing fraksi daun perepat (Sonneratia alba) dan mengetahui fraksi mana yang memiliki senyawa aktif terbanyak sebagai antimalaria. Penelitian aktivitas antimalaria ini dilakukan secara in vivo menggunakan mencit putih jantan galur Balb/C yang diinfeksi Plasmodium berghei dan menggunakan metode Peter’s 4-Days Suppressive Test, di mana menggunakan klorokuin sebagai kontrol positifnya. Aktivitas antimalaria dari ketiga fraksi daun perepat, yaitu fraksi air, fraksi n-heksan, dan fraksi etil asetat, aktif dalam menghambat pertumbuhan P. berghei dengan dosis 95,28 mg/kgBB. Dari ketiga fraksi tersebut, fraksi etil asetat memiliki aktivitas penghambatan pertumbuhan P. berghei yang paling tinggi, yaitu sebesar 78,19%.
    Kata kunci: Daun Perepat (Sonneratia alba), Antimalaria, Plasmodium berghei, Peter’s 4-Days Suppressive Test
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi