Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4468- Formulasi dan Uji Aktivitas Sediaan Spray Propolis Berbasis Kitosan Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat (Cutibacterium acnes) (Salsa Sagitasa; Prof. Nasrul Wathoni, M.Si., Ph.D; Dr. Sandra Megantara, M.Farm; Dr. Ine Suharyani, M.Si)


Penyakit kulit yang sangat umum terjadi hingga saat ini adalah Acne Vulgaris (jerawat) yang kasusnya terus meningkat selama tiga dekade terakhir. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202301844468Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4468
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4468
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penyakit kulit yang sangat umum terjadi hingga saat ini adalah Acne Vulgaris (jerawat) yang kasusnya terus meningkat selama tiga dekade terakhir. Penyakit ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satu yang paling utama adalah tidak terkontrolnya pertumbuhan bakteri Cutibacterium acne (c.acnes). Namun, pengobatan menggunakan antibiotik memberikan banyak efek samping serta potensi resistensi, sehingga pemanfaatan sumber alami perlu ditingkatkan. Salah satu sumber alami yang potensial sebagai antibakteri alami adalah propolis. Propolis perlu diolah menjadi sediaan farmasi yang baik agar tercapai target terapi dengan optimal, seperti penggunaan aplikasi spray. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan spray propolis dan mengevaluasi sediaan tersebut serta menguji aktivitas antibakterinya terhadap c.acnes. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumur agar yang akan menunjukan aktivitas antibakteri melalui zona hambat. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan tiga formula spray dengan konsentrasi 3%, 4.5%, dan 6%. Sediaan tersebut memenuhi syarat nilai pH dan viskositas serta homogenitas dan pola semprot. Namun, secara organoleptik tidak memenuhi syarat sediaan larutan karena sediaan yang terbentuk tidak jernih dan mengalami pengendapan sebagaimana karakteristik sediaan suspensi. Pada uji aktivitas antibakteri, ketiga sediaan spray tidak menunjukan adanya zona hambat. Hal tersebut kemungkinan diakibatkan karena mengendapnya zat aktif pada saat pengujian aktivitas antibakteri, sehingga difusi zat aktif pada media uji tidak optimal dan memberikan hasil yang kurang akurat.
    Kata kunci: aktivitas antibakteri, formulasi, kitosan, propolis, spray
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi