Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

D49- Nanopartikel Polimerik Alfa Mangostin Yang Dilapisi Asam Hialuronat Untuk Terapi Kanker Payudara (Lisna Meylina; Prof. Nasrul Wathoni, M.Si., Ph.D; Prof. Muchtaridi, Ph.D., M.Si; Prof. Dr. Eng. I Made Joni, M.Sc)


Alfa mangostin merupakan derivat dari senyawa xanton yang diisolasi dari kulit buah manggis (Garcinia mangostan). Senyawa ini memiliki aktivitas ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20230180D49Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    D49
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    D49
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Alfa mangostin merupakan derivat dari senyawa xanton yang diisolasi dari kulit buah manggis (Garcinia mangostan). Senyawa ini memiliki aktivitas sebagai antiproliferasi dan efek apoptosis pada berbagi jenis kanker, salah satunya adalah kanker payudara. Di samping memiliki aktivitas antikanker yang baik, alfa mangostin memiliki keterbatasan yang memengaruhi keefektifannya, yaitu yaitu kelarutan yang buruk, first fast metabolism reaction, reaksi effluks yang disebabkan oleh transporter antar sel, pelepasan obat cepat dan selektivitas terhadap sel kanker yang rendah Pendekatan formulasi nanopartikel polimerik dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mendapatkan formulasi nanopartikel polimerik alfa mangostin yang dilapisi dengan asam hialuronat, 2) Mengetahui dan mengevaluasi karakteristik nanopartikel polimerik alfa mangostin dilapisi dengan ligan asam hialuronat, 3) Mengetahui dan menganalisis aktivitas antikanker nanopartikel polimerik alfa mangostin yang dilapisi dengan asam hialuronat secara in vitro. Penelitian ini diawali dengan formulasi nanopartikel polimerik alfa mangostin berbasis kitosan dan natrium tripolifosfat sebagai agen penaut silang (AM-CS) yang dilapisi asam hialuronat (AM-CS/HA) dengan 3 variasi rasio jumlah asam hialuronat dan kitosan [AM-CS/HA1 (2:1); AM-CS/HA2 (4:1); AM-CS/HA3 (6:1)] selanjutnya dilakukan pengukuran ukuran partikel, zeta potensial, indeks polidispersitas untuk memilih formula yang akan uji karakterisasi lanjutan. Untuk mengkonfirmasi penjeratan alfa mangostin serta pembentukan dan pelapisan asam hialuronat pada sistem nanopartikel maka dilakukan evaluasi meliputi: efisiensi penjerapan, drug loading, karakterisasi morfologi permukaan menggunakan Scanning Electro Microscopy (SEM), karakterisasi gugus fungsi menggunakan spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR), karakterisasi struktur kristalografi menggunakan X-Ray Difracrometry (XRD), karakterisasi analisis termal menggunakan Differential Scanning Colorimetry (DSC). Selanjutnya untuk evaluasi biologis dilakukan uji pelepasan secara in vitro menggunakan metode membran dialisis serta mekanisme pelepasan obat dievaluasi berdasarkan empat model yaitu: orde nol, orde satu, Higuchi dan Korsmeyer-Peppas dan uji sitotoksik secara in vitro terhadap sel kanker payudara MCF-7. Hasil formulasi nanopartikel polimerik AM-CS dan AM-CS/HA dengan metode gelasi ionik dapat menghasilkan partikel nano dengan karakteristik ukuran partikel, indeks polidispersitas dan zeta potensial sebagai berikut: AM-CS 229,13 ± 5,68 nm; 0,38 ± 0,09; 33,83 ± 1,92 mV, AM-CS/HA1 304,83 ± 6,29 nm; 0,36 ± 0,17; -24,43 ± 1,76 mV, AM-CS/HA2 369,30 ± 2,47 nm; 0,36 ± 0,21; -28,44 ± 2,26 mV, dan AM-CS/HA3 412,77 ± 6,00 mn 0,35 ± 0,06, -33,31 ± 1,85 mV. Hasil tersebut menunjukkan semakin tinggi konsentrasi asam hialuronat, semakin besar ukuran partikel yang dihasilkan serta pelapisan asam hialuronat pada permukaan nanopartikel mengkonversi nilai zeta potensial menjadi negatif. Berdasarkan hasil tersebut, formula yang akan di uji karakterisasi lanjutan adalah formula AM-CS dan AM-CS/HA1. Hasil karakterisasi SEM nanopartikel AM-CS dan AM-CS/HA1 menunjukkan bentuk sferis dengan sebagian beraglomerasi dengan efisiensi penjerapan yang tinggi (85 - 90%) dan drug loading (8,6%). Karakterisasi FTIR, XRD dan DSC menunjukan bahwa alfa mangostin terdispersi secara molekuler dalam sistem matriks nanopartikel AM-CS dan AM-CS/HA1. Hasil uji pelepasan alfa mangostin dari nanopartikel secara in vitro menunjukan bahwa formula AM-CS dan AM-CS/HA1 memiliki profil pelepasan bifasik yaitu pelepasan awal yang cepat kemudian pelepasan yang berkelanjutan dengan kinetika pelepasan mengikuti model Higuchi. Uji sitotoksisitas terhadap sel kanker payudara MCF-7 menunjukkan bahwa nanopartikel AM-CS/HA1 secara signifikan (P
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi