
Text
4464- Uji Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Buah Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) Dengan Variasi Metode Pengujian Secara In Vitro (Dinda Juliana; Prof. Dr. rer. nat. Muhaimin, M.Si; Gofarana Wilar, Ph.D; Damaris Hutapea, S.Si., M.Si)
Jumlah terjadinya penyakit yang menyertakan proses inflamasi dalam tubuh masih cukup tinggi di Indonesia. Buah Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20230179 4464 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4464Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2023 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4464Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Jumlah terjadinya penyakit yang menyertakan proses inflamasi dalam tubuh masih cukup tinggi di Indonesia. Buah Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) secara turun temurun telah digunakan untuk mengobati penyakit rematik, sakit gigi, sakit pinggang, dan kolik perut. Berbagai senyawa dan metabolit yang berpotensi untuk mengobati inflamasi terdapat pada buah Andaliman. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa terkandung senyawa flavonoid, tannin, saponin, dan steroid pada buah Andaliman yang berperan sebagai antiinflamasi. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan uji aktivitas antiinflamasi dari esktrak etanol buah Andaliman terhadap stabilisasi membran sel darah merah dan penghambatan denaturasi protein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah Andaliman memiliki aktivitas antiinflamasi karena mampu menjaga stabilitas membran sel darah merah yang diinduksi larutan hipotonis yang ditunjukkan oleh persen stabilisasi membran sel darah merah dengan konsentrasi ekstrak 100, 200, 400, 800 ppm secara berturut-turut yaitu 25,36%; 47,44%; 74,17%; 91,00% untuk ekstrak dengan pelarut isosalin dan 23,19%; 50,07%; 69,23%; 92,64% untuk ekstrak dengan pelarut placebo. Selain itu, ekstrak buah Andaliman juga mampu menghambat denaturasi protein yang diinduksi oleh pemanasan yang ditunjukkan oleh persen penghambatan denaturasi protein dengan konsentrasi yang sama secara berturut-turut yaitu 23,71%; 45,52%; 75,57%; 99,31% untuk ekstrak dengan pelarut etanol dan 26,75%; 51,64%; 78,54%; 92,93% untuk ekstrak dengan pelarut placebo. Serta memiliki nilai IC50 sebesar 210,043 ppm untuk ekstrak dengan pelarut etanol dan 192,8 ppm untuk ekstrak dengan pelarut placebo terhadap penghambatan denaturasi protein. Kedua nilai IC50 tersebut masuk ke dalam kategori aktivitas antiinflamasi sedang.
Kata Kunci: Antiinflamasi, buah Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC), stabilisasi membran sel darah merah, penghambatan denaturasi protein
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






