
Text
D048- Pengembangan Mikrokapsul Ekstrak Etanol Daun Kesambi (Schleichera oleosa L.) Sebagai Sediaan Padat Kandidat Hepatoprotektor (Zulham; Prof. Dr. rer. nat. Anis Yohana Chaerunisa, M.Si; Prof. Dr. Anas Subarnas, M.Sc)
Schleichera oleosa L. (Sapindaceae) telah dilaporkan penggunaannya sebagai obat
tradisional dan berpotensi memiliki beberapa aktivitas ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20230177 D048 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil D048Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2023 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi D048Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Schleichera oleosa L. (Sapindaceae) telah dilaporkan penggunaannya sebagai obat
tradisional dan berpotensi memiliki beberapa aktivitas farmakologis seperti
aktivitas antikanker, antioksidan dan antimikroba. Potensi aktivitas antioksidan
akibat besarnya kandungan polifenol cukup menarik antara lain dengan
kemampuannya menangkap radikal bebas. Aktivitas dalam menangkal radikal
bebas umumnya terkait dalam penanganan penyakit kronis, termasuk penyakit
hati. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas hepatoprotektif ekstrak daun
S. oleosa dan melakukan evaluasi toksisitas untuk menilai keamanannya untuk
dilanjutkan ke tahap pengembangan bentuk sediaan farmasi.
Telah dilakukan standardisasi dengan menentukan parameter spesifik dan
nospesifik untuk menjamin keamanan dan mutu ekstrak yang akan dilanjutkan ke
tahapan pengujian aktivitas (baik secara invitro maupun invivo), pengujian
toksisitas (akut dan subkronik), proses mikroenkapsulasi ekstrak dan pembuatan
sediaan (tablet dan granul instan). Aktivitas antioksidan pada ekstrak daun S.
oleosa diuji dengan menggunakan 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil (DPPH), dan
aktivitas hepatoprotektif diuji dengan menggunakan metode induksi parasetamol
dosis tinggi pada hewan tikus. Penilaian keamanan ekstrak dilakukan dengan
menguji toksisitas akut menggunakan hewan mencit (jantan dan betina) dan
toksisitas subkronik menggunakan hewan tikus (jantan dan betina). Dosis yang
digunakan pada uji toksisitas akut adalah 1000, 2000, 3000, 4000 dan 5000 mg/kg
berat badan, dan pada pengujian toksisitas subkronis menggunakan dosis 100,
200, dan 400 mg/kg BB. Proses mikroenkapsulasi ekstrak menggunakan alat fluid
bed coating dengan menggunakan variasi polimer yaitu polivinil alkohol dan
Ethocel 10 cP, kemudian dilanjutkan ke tahap formulasi sediaan tablet dan granul
instan. Hasil standardisasi ekstrak dari 3 wilayah (Sulawesi Selatan, Kalimantan
Utara dan Nusa Tenggara Timur) telah memenuhi standar sesuai yang
dipersyaratkan dan telah ditetapkan nilai parameter spesifik dan nonspesifiknya.
Hasil pengujian antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak daun S. oleosa yang
berasal dari wilayah Sulawesi Selatan memiliki nilai IC50 yang paling baik yaitu
sebesar 11,43 μg/mL yang dapat dikategorikan sebagai antioksidan kuat yang
vi
dibandingkan dengan vitamin C (IC50: 3,54 μg/mL). Ekstrak pada semua dosis
(50, 100, dan 150 mg/kg BB) menurunkan kadar SGOT dan SGPT secara
signifikan dibandingkan dengan kontrol negatif, dan efek tertinggi ditunjukkan
pada dosis 100 mg/kg, namun efek ini lebih rendah dibandingkan dengan
kurkumin yang telah terbukti sebagai hepatoprotektor. Pada uji toksisitas akut,
ekstrak daun S. oleosa pada semua dosis yang digunakan (1000, 2000, 3000,
4000, dan 5000 mg/kg BB) tidak menyebabkan kematian hewan coba selama 14
hari pengamatan. Hal ini menunjukkan bahwa nilai LD50 ekstrak lebih tinggi dari
5000 mg/kg BB, yang menunjukkan bahwa ekstrak ini praktis tidak toksik
menurut kriteria toksisitas. Hasil pengujian toksisitas subkronik menunjukkan
bahwa pemberian ekstrak pada tikus jantan dan betina dengan dosis harian 100
dan 200 mg/kg BB selama 90 hari tidak menyebabkan perubahan signifikan pada
hematologi darah, biokimia darah dan gambaran histopatologi hati, ginjal,
jantung, limfa dan paru-paru yang disimpulkan bahwa pada dosis tersebut
penggunaan ekstrak daun S. oleosa dalam jangka panjang relatif aman. Sedangkan
untuk kelompok dosis harian 400 mg/kg BB, hasil pemeriksaan hematologi tikus
betina menunjukkan perbedaan yang signikan dibandingkan dengan kelompok
kontrol untuk nilai parameter sel darah merah dan platelet dan hasil analisis
histopatologi untuk organ limfa pada tikus jantan dan betina mengalami inflamasi,
tetapi jika dibandingkan dengan kelompok satelit 400 mg/kg BB tidak didapatkan
perbedaan yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol dan dapat disimpulkan
bahwa terjadi perbaikan setelah penghentian pemberian ekstrak pada dosis
tersebut. Senyawa biokimia pada ekstrak daun S. oleosa yang mudah terurai oleh
faktor eksternal dapat dijaga kestabilannya dengan metode mikroenkapsulasi.
Pembuatan mikrokapsul ekstrak daun S. oleosa menggunakan fluid bed coating
dengan penyalut polivinil alkohol dan Ethocel 10 cP berhasil melindungi senyawa
bioaktif yang terkandung dalam ekstrak terhadap perubahan lingkungan selama
proses sampai tahap penyimpanan. Mikrokapsul yang dibuat dapat
mempertahankan kandungan total fenol dan flavonoid selama produksi,
pengujian, dan penyimpanan pada berbagai suhu. Berbagai hasil pengujian mulai
dari pembuatan mikrokapsul sampai tahap pembuatan sediaan tablet dan granul
instan menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan in vitro serta pembuktian
aktivitas hepatoprotektif setelah pengujian stabilitas memberikan hasil yang
konsisten.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun S. oleosa berpotensi sebagai
antioksidan dan hepatoprotektor. Hasil pengujian toksisitas termasuk kategori
praktis tidak toksik dan penggunaannya dalam jangka panjang dengan dosis
efektif relatif aman. Tumbuhan S. oleosa memiliki potensi untuk dimanfaatkan
dan dikembangkan sebagai salah satu alternatif terkait aktivitasnya sebagai
hepatoprotektor, namun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk
membuktikan aktivitasnya dan mendapatkan bukti yang lebih lengkap mengenai
aktivitas tersebut. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






