Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

D047- Pengembangan Glibenklamid Sebagai Transetosom Untuk Sistem Penghantaran Transdermal (Nurul Arfiyanti Yusuf; Prof. Dr. rer. nat. Anis Yohana Chaerunisa, M.Si; Dr. rer. nat. Rachmat Mauludin, M.Si; Prof. Dr. Marline Abdassah, MS)


Glibenklamid merupakan antidiabetik oral pada pasien hiperglikemia dengan kelarutan yang rendah dalam air dan memiliki permeabilitas yang baik. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20230176D047Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    D047
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    D047
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Glibenklamid merupakan antidiabetik oral pada pasien hiperglikemia dengan kelarutan yang rendah dalam air dan memiliki permeabilitas yang baik. Transetosom sebagai sistem vesikuler menawarkan permeasi kulit yang tinggi sehingga diharapkan dapat meningkatkan kelarutan dan permeabilitas obat glibenklamid yang sukar larut. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi efek surfaktan, fosfolipid, dan waktu sonikasi terhadap sifat fisikokimia, kelarutan dan pelepasan glibenklamid; mengevaluasi karateristik fisikokimia, dan pelepasan patch transetosom glibenklamid; dan mengevaluasi efektivitas patch transetosom glibenklamid dalam menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian diawali dengan pembuatan transetosom glibenklamid berdasarkan pendekatan Box Behnken Design dengan variabel bebas yaitu ukuran partikel, indeks polidispersitas, zeta potensial, dan efisiensi penjerapan, kemudian dilanjutkan dengan uji stabilitas. Karakterisasi lebih lanjut dilakukan dengan dengan TEM, FTIR, DSC, serta uji kelarutan dan studi pelepasan obat secara in vitro. Tahap selanjutnya adalah formulasi patch transetosom glibenklamid dengan variasi kombinasi polimer HPMC dan PVP K30 dengan evaluasi meliputi keseragaman bobot, ketahanan lipat, ketebalan, daya serap kelembaban, susut pengeringan, kandungan obat, dan pelepasan obat patch transetosom glibenklamid secara in vitro. Uji efektivitas in vivo pada patch transetosom glibenklamid menggunakan beberapa kelompok pembanding (kontrol negatif, pemberian glibenklamid melalui rute oral, dan transdermal dalam bentuk patch). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula yang optimal adalah dengan komposisi fosfolipid 75 mg, tween 80 5 mg dan waktu sonikasi 18,79 menit. Respons tersebut berupa ukuran partikel 166,8±5,3 nm, indeks polidispersitas 0,463±0,1, potensial zeta -44,7±2,2 mV dan efisiensi penjerapan sebesar 87,18±3,8%. Transetosom glibenklamid menunjukkan morfologi berbentuk sferis, tanpa agregasi yang terlihat. Studi FTIR mengungkapkan bahwa tidak ada interaksi kimia antara glibenklamid dengan eksipien. Kelarutan dan uji pelepasan obat in vitro menunjukkan peningkatan yang signifikan dari transetosom glibenklamid (p
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi