Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4462- Analisis Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Penggunaan Layanan Rawat Jalan di Indonesia Berdasarkan Data Indonesian Family Life Survey 5 (IFLS-5) (Alma Sri Prihandini; Sofa Dewi Alfian, M.K.M., Ph.D; Prof. Irma Melyani Puspitasari, M.T., Ph.D)


Aktivitas fisik yang tidak cukup merupakan faktor risiko utama penyakit tidak menular (PTM). Studi epidemiologi skala besar telah menunjukkan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202301734462Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4462
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4462
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Aktivitas fisik yang tidak cukup merupakan faktor risiko utama penyakit tidak menular (PTM). Studi epidemiologi skala besar telah menunjukkan hubungan antara sedentary lifestyle dengan risiko PTM serta sekitar 5,3 juta kematian dikaitkan dengan kurangnya aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan tingkat penggunaan layanan rawat jalan formal maupun non-formal di Indonesia menggunakan data Indonesian Family Life Survey (IFLS-5). Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional dengan kriteria inklusi yaitu responden yang berusia 15 tahun keatas yang memiliki aktivitas fisik dan penggunaan rawat jalan serta kriteria eksklusi yaitu missing data pada variabel bebas dan terikat. Data dianalisis dengan analisis deskriptif, uji chi-square, dan regresi logistik biner menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik berat dengan risiko penggunaan layanan rawat jalan dibandingkan dengan aktivitas fisik ringan (p=0,0030,05; AOR=0,992; 95%CI=0,885-1,113). Orang dengan aktivitas fisik berat cenderung memiliki risiko 0,821 kali lebih rendah menggunakan layanan rawat jalan dibanding orang dengan aktivitas fisik ringan. Perbedaan kecil dalam aktivitas fisik dapat berpotensi besar dalam mengurangi penggunaan layanan rawat jalan yaitu dengan meningkatkan aktivitas fisik dan menghindari sedentary lifestyle.
    Kata kunci: Aktivitas fisik, rawat jalan, IFLS-5, Indonesia
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi