Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4458- Peningkatan Kelarutan dan Disolusi Ibuprofen Melalui Pendekatan Multikomponen Kristal Menggunakan Metode Penguapan Pelarut (Sidka Muhdiati; Dr. Yoga Windhu Wardhana, M.Si; Dr. Iyan Sopyan, M.Si)


Ibuprofen merupakan bahan aktif farmasi yang memiliki kelarutan rendah dan karakteristik tabletabilitas yang buruk, sehingga diperlukan upaya untuk ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202301694458Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4458
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4458
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Ibuprofen merupakan bahan aktif farmasi yang memiliki kelarutan rendah dan karakteristik tabletabilitas yang buruk, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan kelarutan ibuprofen serta memperbaiki karakteristik fisikokimianya. Pembentukan multikomponen kristal merupakan salah satu bentuk modifikasi kristal yang berguna untuk memperbaiki karakteristik fisikokimia suatu obat. Pembuatan multikomponen kristal dapat dilakukan dengan menambahkan koformer dengan memperhatikan selisih pKa dan prediksi interaksi dengan zat aktif yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan koformer yang memberikan peningkatan kelarutan dan disolusi yang optimal serta mengetahui perbedaan karakteristik fisikokimianya dibandingkan ibuprofen pembanding. Pembuatan multikomponen kristal dilakukan antara ibuprofen dan koformer terpilih dari hasil virtual skrining yaitu asam tartrat, aspartam, dan sakarin, dengan metode penguapan pelarut menggunakan metanol. Berdasarkan hasil uji kelarutan, multikomponen ibuprofen:sakarin (1:2) memiliki kelarutan yang tertinggi yaitu 490,83 µg/mL. Selain itu, pada uji disolusi partikulat, multikomponen ibuprofen:sakarin (1:2) menunjukkan kadar terdisolusi yang lebih tinggi pada menit ke-60 dibandingkan ibuprofen pembanding. Hasil evaluasi dan karakterisasi menunjukkan perubahan karakteristik yang terjadi akibat penambahan koformer sakarin pada ibuprofen terlihat pada saat pengamatan morfologi kristal dengan mikroskop polarisasi, serta peningkatan aspek manufakturabilitas dibandingkan ibuprofen murni, sedangkan dari hasil karakterisasi dengan metode Fourier Transform Infrared (FTIR), Powder X-Ray Diffraction (PXRD), dan Differential Scanning Calorimetry (DSC), multikomponen kristal ibuprofen:sakarin (1:2) tidak menunjukkan perbedaan dengan bahan awalnya sehingga dapat terlihat bahwa multikomponen kristal tidak terbentuk dengan baik melalui metode penguapan pelarut yang sudah dilakukan. Berdasarkan data PXRD dan DSC dapat diketahui pula bahwa kristalinitas multikomponen ibuprofen:sakarin (1:2) menurun dibandingkan ibuprofen pembanding. Hal tersebut dapat memicu peningkatan kelarutan dan disolusi karena terjadi penurunan energi kisi kristal.
    Kata kunci: Ibuprofen, multikomponen kristal, koformer
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi