
Text
D045- Identifikasi dan Autentikasi Sirih Hitam (Piper acre Blume) Asal Kalimantan Timur Menggunakan KCKT, KG-SM dan FTIR Kombinasi Kemometrik (Vina Maulidya; Prof. Muchtaridi, Ph.D; Prof. Dr. Aliya Nur Hasanah, M.Si; Prof. Dr. Laode Rijai, M.Si)
Daun sirih hitam asal Kalimantan Timur mengandung senyawa piperenamid A dan linalool yang memiliki aktivitas antimikroba. Daun sirih hitam mengandung ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20230167 D045 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil D045Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2023 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi D045Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Daun sirih hitam asal Kalimantan Timur mengandung senyawa piperenamid A dan linalool yang memiliki aktivitas antimikroba. Daun sirih hitam mengandung metabolit sekunder alkaloid, saponin, flavonoid, dan tanin. Hingga saat ini, belum ada penelitian yang dilakukan untuk menemukan keaslian sirih hitam. Berdasarkan latar belakang di atas, pengembangan metode analitik untuk kontrol kualitas (identifikasi dan autentikasi) sirih hitam menggunakan teknik analisis kromatografi KCKT, KG-SM dan spektroskopi FTIR yang dikombinasikan dengan kemometrika perlu dilakukan. Identifikasi dan autentikasi dilakukan menggunakan senyawa piperenamid A dan linalool untuk memastikan senyawa tersebut dapat digunakan sebagai senyawa penciri pada lima tanaman sirih hitam yang diperoleh dari lokasi tanam yang berbeda dari sirih jenis lain dengan menggunakan KCKT, KG-SM dan FTIR-kemometrik. Metode ekstraksi yang digunakan untuk memperoleh ekstrak etanol adalah maserasi dengan pelarut etanol 70%, sedangkan untuk memperoleh minyak atsiri digunakan metode destilasi uap-air. Penentuan kandungan piperenamid A pada ekstrak daun sirih hitam menggunakan KCKT kolom C18, panjang gelombang maksimum 259 nm dan fase gerak air: asetonitril dengan laju alir 1 mL/menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa Piperenamid A tidak ditemukan pada sirih hijau dan sirih merah, hanya pada sirih hitam (Piper acre). Kadar piperenamid A yang diperoleh adalah 4,03±0,04; 6,84±0,20; 5,35 ±0,12; 13,85±0,21; dan 2,15±0,13%. Pada sampel minyak atsiri karakteristik dilakukan dengan mengamati warna dan kelarutannya dalam etanol. Analisis digunakan menggunakan Agilent KG-SM dengan detektor 5977B (GCMSD), kolom DB-5MS, dan pembawa gas helium 1 ml/menit. Berdasarkan hasil KG-SM, senyawa linalool teridentifikasi sebagai senyawa dominan pada sampel minyak atsiri sirih hitam yang kemudian kadarnya ditentukan dengan menggunakan metode analitik tervalidasi. Validasi metode analisis dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: suhu injektor 250 °C, suhu oven 40 °C dengan waktu penahanan 2 menit, mencapai 125 °C dengan waktu penahanan 10 menit, mencapai 250 °C dengan waktu penahanan 2 menit waktu penahanan, mencapai 340 °C dengan waktu penahanan 10 menit. Validasi metode analisis yang dilakukan menghasilkan linearitas sebesar 0,999; standar deviasi relatif 1,637% untuk presisi; Nilai perolehan kembali 102,27±3,98% untuk akurasi; 0,4mg/L LOD; dan 1,2mg/L LOQ. Hasil tersebut menunjukkan bahwa seluruh parameter validasi metode analisis yang dilakukan memenuhi persyaratan validasi metode. Kadar Linalool yang diperoleh adalah 0,14±0,03; 0,12±0,01; 0,13±0,03; 10,51±0,42; dan 0,12±0,03%. Kombinasi spektrum FTIR dengan metode kemometrik seperti PCA dan PLS-DA digunakan untuk membedakan sirih hitam dari sirih hijau dan sirih merah melalui penentuan Piperenamid A pada ekstrak etanol dan Linalool pada minyak atsiri. Pola pengelompokan sampel menggunakan PCA telah berhasil menjelaskan perbedaan berdasarkan varian, namun tidak dapat membedakan secara jelas semua sampel, hal ini terlihat dari masih adanya penumpukan plot. Sehingga, dilakukan lanjutan pemodelan PLS-DA yang menunjukkan fungsi diskriminan yang diperoleh mampu membedakan ketiga jenis sampel bahkan membedakan jenis sampel yang sama berdasarkan karakteristik komponen utama yang digunakan dalam pemodelan yaitu kandungan senyawa Piperenamid A dan Linalool. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa senyawa Piperenamid A dan Linalool dapat digunakan untuk tujuan identifikasi dan autentikasi sirih hitam.
Kata Kunci: Autentikasi, Piperenamid A, Linalool, Sirih Hitam, KCKT, KG-SM, FTIR, Kemometrik
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






