Text
Masyarakat Sunda Budaya dan Problema
Buku masyarakat Sunda; budaya dan problema ini menyajikan berbagai aspek kehidupan masyarakat Sunda: geografi, tenaga kerja, pertanian, perkebunan, ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FIB008078 306.598.21 SUR m Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Tersedia FIB008059 306.598.21 SUR m Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Tersedia FIB008079 306.598.21 SUR m Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Tersedia P00060S 301.36 SUR m Tersedia FIB008029 306.598.21 SUR m Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Tersedia -
Perpustakaan Fakultas Ilmu BudayaJudul Seri -No. Panggil 306.598.21 SUR mPenerbit PT. Alumni : Bandung., 2010 Deskripsi Fisik vix, 330 hlm; ilus., biblio.; 21 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 979-41-4018-3Klasifikasi 306.598.21Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi Edisi II, Cetakan IISubyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab A. Surjadi -
Buku masyarakat Sunda; budaya dan problema ini menyajikan berbagai aspek kehidupan masyarakat Sunda: geografi, tenaga kerja, pertanian, perkebunan, perdagangan, perindustrian, keagamaan, uga, kesenian dan lainnya. Perubahan-perubahan terjadi disebabkan globalisasi, pendidikan dan usaha-usaha pembangunan. Perubahan ini menyebabkan musnahnya jenis-jenis kesenian tertentu dan perbendaharaan bahasa Sunda dan digunakannya bahasa Indonesia dan musnahnya beberapa jenis makanan dan minuman tradisional Sunda. Perubahan juga terjadi pada sektor pertanian dan lingkungan hidup, serta kohesi sosial (antaralain kegotongroyongan)
Problema yang timbul adalah problema memelihara warisan kesenian, bahasa Sunda, penelitian yang bersangkutan serta generation gap dengan issue menanamkan dan memelihara akhlak mulia (akhlakul karimah) dalam bingkai budaya Sunda yang tentu tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
Problema lain adalah kependudukan. Pertambahan penduduk menuntut terus menerus dibukanya lapangan kerja baru, dan pro- blema tersebab arus rural urban migration.
Problema tentang pembangunan Jawa Barat adalah kurang meratanya pembangunan, dimana Jawa Barat tengah dan Utara merupakan wilayah pembangunan utama. Sedangkan Jawa Barat Selatan terabaikan sehingga terjadi disparitas/gap yang lebar dalam kemajuan. Hal ini bisa menimbulkan gejolak sosial, penduduk Jampang Kulon (Sukabumi Selatan) dan Cidaun (Cianjur Selatan) menuntut menjadi Kabupaten agar pembangunan merata.
Solusi masalah tersebut menuntut pemikiran komprehensif dan mendalam serta melibatkan unsur masyarakat Sunda: cendikiawan, ulama, tokoh seni budaya, lembaga-lembaga pemerintah dan swasta yang peduli dengan masyarakat Sunda. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






