
Text
T284- Evaluasi Ekonomi Transisi dari Iron and Folic Acid Supplementation (IFAS) Menjadi Multiple Micronutrient Supplementation (MMS) Untuk Ibu Hamil di Indonesia (Auliasari Meita Utami; Auliya A. Suwantika, Ph.D; Neily Zakiyah, M.Sc., Ph.D)
Multiple Micronutrient Supplementation (MMS) merupakan senyawa yang mengandung vitamin dan mineral yang berperan penting dalam metabolisme sel, ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20230159 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil -Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2023 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi NONETipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Multiple Micronutrient Supplementation (MMS) merupakan senyawa yang mengandung vitamin dan mineral yang berperan penting dalam metabolisme sel, pertumbuhan dan pemeliharaan fungsi normal dalam tubuh yang diperlukan selama masa kehamilan. Defisiensi MMS dapat mengakibatkan risiko tidak hanya selama kehamilan tetapi juga risiko setelah melahirkan. Pada penelitian terbaru MMS dapat menurunkan resiko kelahiran prematur, berat badan lahir rendah (BBLR) serta menurunkan angka kematian pada neonates dibandingkan dengan penggunaan iron and folic acid supplementation (IFAS) saja. Sehingga perlu dilakukan transisi dari IFAS ke MMS. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi ekonomi transisi IFAS ke MMS pada ibu hamil di Indonesia dengan menggunakan alat yaitu MMS Cost-Benefit Tool untuk mengetahui nilai efektivitas biaya dan nilai manfaat biaya yang kemudian dilakukan penilaian prioritas terhadap 34 provinsi di Indonesia dengan menggunakan metode Cost-effectiveness league table dalam menentukan mana yang lebih dahulu dilakukan implementasi program transisi. Hasil pada penelitian ini menunjukkan nilai Cost per DALY averted dengan rentang nilai Rp.106.365-Rp. 273.510. Serta nilai Benefit cost ratio yang apabila dirata-ratakan yaitu 2770 kali lebih besar dari nilai biayanya. Hasil penilaian prioritas didapatkan 8 provinsi (NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Aceh dan Sumatera Utara) yang perlu difokuskan dalam implementasi program transisi ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa transisi IFAS ke MMS ini sangat cost-effective dan juga beneficial secara value of money.
Keyword : Multiple Micronutrient Supplementation, iron and folic acid supplementation, MMS Cost-Benefit Tool, Evaluasi ekonomi, Cost-effectiveness league table
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






